Pada kasus HMPV, penularannya cenderung lebih rendah dibandingkan dengab Covid-19. Virus ini tidak bertahan lama di udara, sedangkan SARS-CoV-2 bisa menyebar melalui aerosol di ruang tertutup.
5. Vaksin
Sampai saat ini, belum ditemukan vaksin untuk HMPV. Pencegahannya dspat dilakukan dengan menjaga kebersihan dasar seperti mencuci tangan, menutup mulut saat batuk, hingga menghindari kontak dengan orang sakit. Sebaliknya, COVID-19 sudah memiliki beberapa vaksin, seperti vaksin mRNA dan vektor virus.
Persamaan HMPV dengan COVID-19
Meskipun disebabkan oleh patogen yang sangat berbeda, HMPV dan COVID-19 juga memiliki beberapa kesamaan yang mencolok. Antara lain yaitu:
1. Penyakit pernapasan
Baik virus HMPV ataupun COVID-19 menyebabkan penyakit pernapasan terhadap orang-orang dari segala usia. Adapun gejala umum yang ditimbulkan seperri demam, batuk, hidung tersumbat, hingga sesak napas.
2. Berisiko pada kelompok rentan
HMPV dan COVID sama-sama meningkatkan risiko tertinggi bagi anak kecil, orang dewasa lanjut usia, dan seseorang dengan sistem kekebalan yang lemah.
Baca Juga: Apa Itu Virus HMPV? Merebak di China dan Disebut Menkes Budi Gunadi Sudah Masuk Indonesia!
3. Cara Penularan
Penyebaran utama HMPV dab Covid-19 bisa terjadi melalui droplet atau aerosol dari batuk, bersin, serta kontak dekat maupun paparan lingkungan yang telah terkontaminasi. Hal ini diperparah saat kita menyentuh mulut, hidung, atau mata.
4. Musiman
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kedua virus menunjukkan pola musiman. Untuk infeksi HMPV mencapai puncaknya di akhir musim dingin hingga awal musim semi. Sementara itu, COVID-19 menunjukkan peningkatan terhadap perubahan suhu, dengan kasus melonjak selama di bulan-bulan yang lebih dingin.
Itulah tadi perbedaan HMPV dengan Covid-19 lengkap dengan persamaannya. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak