Suara.com - Dalam dunia industri yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi. Namun, ada satu faktor penting yang seringkali terabaikan, yaitu kesehatan pekerja. Padahal, pekerja yang sehat adalah aset berharga bagi perusahaan. Mereka tidak hanya produktif, tetapi juga mampu menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif.
Berbagai faktor, seperti lingkungan kerja yang kurang optimal, risiko penyakit akibat kerja, serta tingkat absensi yang tinggi, dapat berdampak signifikan pada performa bisnis.
Menjawab tantangan ini, Indonesia Healthcare Corporation (IHC), holding rumah sakit BUMN terbesar di Indonesia, hadir dengan solusi komprehensif dalam layanan Occupational Health and Industrial Hygiene (OHIH). Komitmen ini diperkuat dengan penghargaan Innovative Service in Occupational Health & Industrial Hygiene of the Year 2025 yang diraih IHC dalam forum Global Health Indonesia Summit, Conference & Awards 2025 di Ritz Carlton Hotel, Bali.
Chief Commercial Officer IHC, dr. Harmeni Wijaya, MD menegaskan bahwa kesehatan kerja bukan hanya kewajiban administratif semata, tetapi merupakan investasi strategis bagi perusahaan.
“Melalui pendekatan holistik pada seluruh aspek kesehatan kerja, IHC membantu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Dengan tenaga kerja yang sehat, produktivitas meningkat, biaya kesehatan menurun, dan perusahaan dapat berkembang lebih berkelanjutan,” ujar dr. Harmeni.
OHIH sendiri mencakup berbagai layanan yang bertujuan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja di lingkungan kerja, termasuk pemeriksaan kesehatan berkala (Medical Check-Up), penilaian risiko lingkungan kerja, penyediaan klinik di tempat kerja, serta respons kegawatdaruratan.
Layanan OHIH dari IHC telah terbukti memberikan dampak positif, termasuk penurunan 30% kasus penyakit akibat kerja dan tingkat absensi pekerja. Selain itu, layanan ini juga membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban biaya kesehatan bagi perusahaan.
Hingga saat ini, IHC telah melayani 490 perusahaan dan lebih dari 300.000 pekerja melalui berbagai layanan, seperti Medical Check Up (MCU), penilaian higiene industri, onsite clinic, serta respons kegawatdaruratan melalui jalur udara, laut, dan darat.
Masa Depan Kesehatan Kerja dengan Digitalisasi dan AI
Baca Juga: Rahasia Optimasi BPJS untuk Pengobatan Kanker Anak, Orang Tua Wajib Tahu!
Guna terus meningkatkan efektivitas layanannya, IHC berencana mengembangkan sistem digital dan analitik kesehatan kerja berbasis AI. Inovasi ini memungkinkan pemantauan kesehatan pekerja secara lebih akurat dan prediktif, sehingga perusahaan dapat mengambil langkah preventif lebih awal.
Selain itu, Bali International Hospital (BIH) yang akan diresmikan pada tahun 2025 juga menjadi langkah strategis bagi IHC dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional.
Lewat kombinasi teknologi medis canggih dan keindahan budaya Bali, BIH juga diharapkan dapat menarik medical tourism, baik dari dalam negeri maupun internasional.
“Dengan berbagai inovasi ini, IHC terus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis bagi perusahaan dalam menciptakan tenaga kerja yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan industri masa depan,” tutup dr. Harmeni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak