Suara.com - Banyak orang sering mengabaikan sarapan dengan alasan tidak sempat atau tidak merasa lapar di pagi hari. Padahal, sarapan adalah salah satu kebiasaan penting yang dapat mendukung kesehatan dan produktivitas sepanjang hari. Memulai hari dengan asupan yang bergizi tidak hanya memberi energi, tetapi juga membantu tubuh dan otak bekerja lebih optimal.
Nutrition Advisory Board (NAB) atau Dewan Penasihat Nutrisi Herbalife Indonesia, Prof. Rimbawan, menyatakan bahwa sarapan sehat dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan bugar. Namun, di tengah kesibukan masyarakat modern, kebiasaan sarapan sering kali terabaikan.
“80% kesehatan berasal dari nutrisi dan 20% dari gaya hidup aktif yang sehat,” katanya dalam keterangan yang diterima Suara.com.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sarapan yang sehat memiliki banyak manfaat, baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Berikut beberapa manfaat utama dari sarapan sehat:
1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Nutrisi yang baik dari sarapan, seperti protein, vitamin, dan mineral, membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dengan daya tahan tubuh yang lebih baik, risiko terkena penyakit seperti flu dan infeksi dapat diminimalkan.
2. Meningkatkan Konsentrasi dan Produktivitas
Sarapan sehat berperan dalam meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Asupan nutrisi yang baik di pagi hari membantu otak bekerja lebih maksimal, sehingga meningkatkan produktivitas, terutama bagi pelajar dan pekerja yang membutuhkan fokus tinggi dalam menjalankan tugasnya.
3. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Baca Juga: Awali Hari dengan Kebiasaan Baik, National Breakfast Day Bagikan 150 Ribu Sarapan Gratis
Makan di pagi hari dapat membantu mengaktifkan sistem pencernaan dan meningkatkan metabolisme tubuh. Mengonsumsi makanan yang kaya serat, seperti buah, sayur, dan biji-bijian, dapat membantu mencegah masalah pencernaan seperti sembelit.
4. Mengontrol Berat Badan
Sarapan sehat dapat membantu mengatur nafsu makan sepanjang hari. Dengan sarapan yang cukup, seseorang cenderung tidak makan berlebihan saat makan siang atau ngemil secara berlebihan. Hal ini berkontribusi dalam menjaga berat badan tetap ideal dan mencegah obesitas.
5. Menyediakan Energi untuk Aktivitas Sehari-hari
Setelah berpuasa selama tidur malam, tubuh membutuhkan asupan energi untuk memulai aktivitas. Sarapan yang sehat membantu meningkatkan kadar glukosa dalam darah, yang merupakan sumber utama energi bagi tubuh. Dengan asupan yang cukup, seseorang dapat menjalani aktivitas dengan lebih optimal dan fokus.
Inilah yang menjadi alasan Herbalife kembali berkontribusi dalam kampanye Pekan Sarapan Nasional (PESAN) 2025, yang telah diinisiasi pemerintah sejak 2013. Melalui serangkaian kegiatan edukasi, Herbalife mengajak masyarakat memahami pentingnya sarapan sehat dan bergizi sebagai langkah awal menuju gaya hidup yang lebih sehat.
Acara ini berlangsung pada 15-23 Februari 2025, melibatkan 41.065 peserta di 133 kota di seluruh Indonesia, termasuk Bungo, Bengkulu, Banda Aceh, Medan, dan Makassar, yang masing-masing mencatat lebih dari 1.000 peserta. Rangkaian kegiatan meliputi olahraga pagi seperti Zumba dan PoundFit, dilanjutkan dengan sarapan sehat serta edukasi nutrisi tentang manfaat protein. Peserta juga menikmati protein shake dan teh energi untuk membantu pemulihan pasca-olahraga.
Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menegaskan komitmen Herbalife dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sarapan sehat. “Fondasi masyarakat yang sehat dimulai dari kebiasaan yang baik, dan sarapan sehat adalah awal yang tepat,” ujarnya.
Tips Sarapan Sehat dan Praktis
Agar sarapan tetap menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, berikut beberapa tips untuk mempersiapkan sarapan yang sehat dan praktis:
- Pilih makanan yang kaya nutrisi seperti telur, oatmeal, buah, dan yogurt.
- Siapkan menu sarapan sejak malam sebelumnya untuk menghemat waktu di pagi hari.
- Konsumsi makanan tinggi serat dan protein untuk menjaga rasa kenyang lebih lama.
- Hindari makanan tinggi gula atau lemak jenuh yang dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat tetapi tidak bertahan lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah