Health / Konsultasi
Selasa, 22 April 2025 | 15:55 WIB
dr. Diki Arma Duha, Sp. U Spesialis Urologi Eka Hospital Cibubur [Andi/Suara.com]

Gejala batu saluran menurut dokter Diki, kemih dapat bervariasi tergantung pada ukuran dan lokasi batu. Gejala yang paling umum adalah:

Nyeri kolik: Nyeri yang datang tiba-tiba, sangat hebat, dan bergelombang di pinggang atau perut bagian samping, yang dapat menjalar ke selangkangan dan paha bagian dalam. Nyeri ini seringkali sangat tidak tertahankan sehingga penderitanya sulit menemukan posisi yang nyaman.

Urine berdarah (hematuria): Urine mungkin berwarna merah muda, merah, atau cokelat akibat iritasi pada saluran kemih oleh batu.

Sering buang air kecil (frekuensi): Keinginan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya.

Nyeri saat buang air kecil (disuria): Rasa sakit atau perih saat mengeluarkan urine.

Urine keruh atau berbau tidak sedap: Ini bisa menjadi tanda adanya infeksi yang menyertai batu.

Mual dan muntah: Nyeri hebat dapat memicu mual dan muntah.

Urine keluar sedikit-sedikit atau tersendat-sendat: Jika batu menyumbat saluran kemih, aliran urine bisa terganggu.

Demam dan menggigil: Jika terjadi infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh batu yang menyumbat, Anda mungkin mengalami demam dan menggigil. Ini adalah kondisi serius yang memerlukan penanganan segera.

Baca Juga: Tingkat Keberhasilan Hingga 93%, MitraClip Jadi Harapan Baru Penderita Kebocoran Katup Jantung

Pengobatan batu saluran kemih

Penanganan batu saluran kemih akan tergantung pada ukuran, lokasi, dan gejala yang ditimbulkan. Beberapa pilihan penanganan meliputi:

Penanganan konservatif (Observasi): Untuk batu yang kecil dan tidak menyebabkan penyumbatan atau infeksi, dokter mungkin menyarankan untuk menunggu batu keluar dengan sendirinya. Langkah-langkah yang dianjurkan meliputi:

Minum banyak cairan (2-3 liter per hari): Untuk membantu melarutkan dan mendorong batu keluar.

Obat pereda nyeri: Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau naproxen dapat membantu mengurangi rasa sakit. Dokter mungkin juga meresepkan obat pereda nyeri yang lebih kuat.

Alpha-blocker: Obat ini dapat membantu mengendurkan otot-otot di ureter, sehingga memudahkan batu untuk keluar.

Menyaring urine: Dokter mungkin meminta Anda untuk menyaring urine menggunakan kain kasa untuk menangkap batu yang keluar agar dapat dianalisis.

Tindakan Medis: Jika batu berukuran besar, menyebabkan nyeri yang tidak tertahankan, menyumbat aliran urine, atau disertai infeksi, tindakan medis mungkin diperlukan. Beberapa pilihan tindakan meliputi:

Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL): Prosedur non-invasif yang menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh untuk memecah batu menjadi fragmen yang lebih kecil sehingga lebih mudah keluar melalui urine.

Ureteroskopi (URS): Prosedur minimal invasif di mana dokter memasukkan selang kecil berkamera (ureteroskop) melalui uretra dan kandung kemih ke dalam ureter untuk melihat dan mengangkat atau memecah batu menggunakan laser atau alat khusus lainnya.

Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL): Prosedur invasif yang dilakukan untuk batu ginjal yang besar. Dokter membuat sayatan kecil di punggung untuk memasukkan alat langsung ke dalam ginjal untuk mengangkat atau memecah batu.

Operasi terbuka: Jarang dilakukan saat ini, biasanya hanya untuk batu yang sangat besar atau rumit.

Load More