Suara.com - Gaya hidup sehat bukanlah sesuatu yang bisa ditunda hingga usia dewasa. Justru, membangun kebiasaan sehat sejak dini menjadi pondasi penting untuk menciptakan generasi masa depan yang kuat, aktif, dan produktif. Pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang teratur, dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh harus diajarkan sedari muda agar menjadi bagian alami dari keseharian anak-anak dan remaja. Ketika diterapkan lebih awal, kebiasaan ini tidak hanya mencegah berbagai penyakit tidak menular, tetapi juga mendukung tumbuh kembang optimal, prestasi akademik, serta kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
Salah satu langkah nyata dalam mendukung adopsi gaya hidup sehat di kalangan remaja Indonesia adalah melalui kampanye “Si Paling Megang” yang digelar di Samarinda pada 26 April 2025. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Samarinda dengan dukungan Kementerian Kesehatan RI dan World Food Programme (WFP) ini berhasil menjangkau lebih dari 150 remaja.
Kegiatan ini dikemas dengan berbagai aktivitas seru seperti jalan sehat, talk show bersama dokter spesialis anak dr. Joko Purnomo Heroanto Sp.A, serta Zaynna (peminat olahraga dan Duta Pariwisata Kaltim 2021), yang berbagi pengalaman seputar pentingnya menjaga keseimbangan antara gerak aktif dan konsumsi makanan bergizi.
“Roadshow Si Paling Megang sejalan dengan upaya kami dalam mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat, khususnya generasi muda. Saat ini penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke di Kalimantan Timur menempati peringkat ketiga tertinggi di Indonesia. Kami melihat peranan penting acara seperti ini untuk menginspirasi remaja di Kalimantan Timur, terutama Samarinda untuk mengadopsi gaya hidup sehat sejak dini, dimulai dengan menerapkan pola makan dengan gizi seimbang” ujar dr. H. Ismid Kusasih, Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda.
Roadshow ini merupakan bagian dari kampanye Si Paling Megang (Menyala dengan Gerak dan Gizi Seimbang), sebuah inisiatif nasional untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat serta gizi seimbang melalui konten media sosial, lokakarya daring, dan aktivitas interaktif secara luring untuk mendukung remaja dan anak muda serta sejalan dengan Gerakan Nasional Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Kampanye ini mengedepankan pengetahuan praktis yang disesuaikan dengan pola aktivitas maupun preferensi konsumsi generasi muda Indonesia untuk mengoptimalkan pola makan bergizi seimbang dan beraktivitas fisik secara konsisten dalam kesehariannya, mulai dari replikasi resep yang sedang trending dengan bahan dan proses pengolahan yang lebih sehat hingga inspirasi aktivitas fisik yang dapat dilakukan tanpa bersusah payah harus ke gym.
Pengetahuan praktis tersebut akan tersedia baik di akun media sosial resmi Si Paling Megang dan akun media sosial dokter, ahli gizi, dan pelatih kebugaran yang terafiliasi dengan kampanye ini.
“Roadshow ‘Si Paling Megang’ hari ini menegaskan kembali komitmen kami yang berkelanjutan dalam mendukung perubahan perilaku di kalangan remaja dan anak muda, yang memiliki peran penting dalam membentuk masa depan bangsa ini,” ujar Jennifer Rosenzweig, Country Director World Food Programme Indonesia.
Senada dengan itu, dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes RI, menyebutkan bahwa meningkatnya kasus obesitas, diabetes, dan hipertensi pada remaja menjadi alarm penting. Oleh karena itu, inovasi pendekatan berbasis komunitas dan digital sangat diperlukan untuk mendorong perubahan perilaku dengan cara yang relevan dan dekat dengan dunia anak muda masa kini.
Baca Juga: Puasa Lancar Tanpa GERD, Ini Rahasia Pola Makan yang Benar untuk Penderita Asam Lambung
Melalui kegiatan seperti roadshow ini, anak-anak muda tidak hanya menjadi sasaran edukasi, tetapi juga dijadikan agen perubahan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya gerak aktif dan gizi seimbang, mereka diharapkan dapat menularkan semangat ini ke lingkungan sekitar mereka, menciptakan efek domino menuju masyarakat yang lebih sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal