Suara.com - Masa anak-anak merupakan fase penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pada tahap ini, gizi yang cukup dan seimbang berperan besar dalam membentuk tubuh yang sehat, otak yang cerdas, dan kebiasaan makan yang baik hingga dewasa.
Mengapa Edukasi Gizi Itu Penting?
1. Mencegah Malnutrisi dan Obesitas
Edukasi gizi membantu anak dan orang tua memahami kebutuhan nutrisi harian. Kekurangan gizi dapat menyebabkan stunting, anemia, dan gangguan pertumbuhan lainnya. Di sisi lain, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak tanpa pengawasan dapat memicu obesitas, bahkan di usia dini.
2. Membangun Kebiasaan Makan Sehat
Anak-anak yang dikenalkan dengan berbagai jenis makanan sehat, seperti sayur, buah, protein, dan biji-bijian, akan lebih cenderung memilih makanan tersebut saat dewasa. Edukasi gizi membentuk pola makan jangka panjang yang baik.
3. Mendukung Perkembangan Kognitif
Nutrisi yang cukup berpengaruh langsung pada fungsi otak. Kekurangan zat gizi seperti zat besi, yodium, dan asam lemak omega-3 dapat menghambat kemampuan belajar dan daya konsentrasi anak.
4. Meningkatkan Kesadaran dan Kemandirian Anak
Baca Juga: Prabowo Bakal Terbitkan Perpres Tambahan Anggaran MBG Senilai Rp 50 Triliun
Anak yang memahami pentingnya gizi akan lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Ini mendorong mereka untuk membuat pilihan makanan yang lebih sehat, bahkan saat jauh dari pengawasan orang tua.
Sadar akan pentingnya edukasi sejak dini, Prochiz menghadirkan program bertajuk “World Chiz Day with Prochiz 2025”. Kegiatan ini melanjutkan kampanye Prochiz untuk menginspirasi masyarakat dalam mengonsumsi keju.
“Kami percaya bahwa edukasi gizi harus dimulai sejak dini dan dilakukan dengan cara yang menyenangkan," ujar Direktur Utama PT Mulia Boga Raya Tbk, Dede Patmawidjaja dalam keterangan persnya pada Rabu, (4/6/2025).
Melalui World Chiz Day with Prochiz 2025, pihaknya mengajak anak-anak Indonesia untuk menikmati sarapan bergizi sambil belajar tentang pentingnya nutrisi. Keju, sebagai sumber kalsium yang tinggi, menjadi simbol komitmen perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang generasi masa depan yang lebih sehat dan cerdas.
Dalam kesempatan yang sama, Prochiz juga turut membagikan lebih dari 350 paket sarapan bernutrisi gratis kepada siswa SDN 08 Ragunan. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dari rangkaian edukasi jangka panjang Prochiz yang akan menyasar sekolah-sekolah dasar di berbagai kota di Indonesia. ***
Berita Terkait
-
Pernyataannya Sering Tuai Kontroversi, Publik Spill Pendidikan Bos BGN: Tak Ada Hubungan dengan Gizi
-
Menyoal Kelakar Kepala BGN, Ini Faktor yang Pengaruhi Tinggi Badan Anak
-
Survei SSGI 2024: Kemenkes Klaim Prevalensi Stunting Turun Jadi 19,8 Persen
-
Hashim Bilang Tak Ada Paksaan Ikut Program MBG, BGN Sediakan Alternatif Lain Sebagai Ganti?
-
Solusi Ajaib Pemerintah, Anak Keracunan MBG Tapi Wacananya Malah Dibuatkan Asuransi
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya