Suara.com - Pekerja kantoran berada dalam bayang-bayang obesitas yang ternyata bisa memicu brain fog alias kabut otak yang mengganggu produktivitas saat bekerja. Lantas, gimana cara menurunkan berat badan untuk pekerja?
Brain fog adalah kondisi saat seseorang sulit untuk fokus dan konsentrasi pada suatu hal. Ditambah penelitian pada 2020 yang dipublikasi di PMC PubMed Central menyebutkan ada bukti yang menunjukkan obesitas punya efek merusak pada otak dan fungsi kognitif alias kemampuan berpikir.
Bukan cuma brain fog, obesitas juga bisa memicu menurunnya kesehatan. Ini karena obesitas bisa memicu penyakit penyerta sindrom metabolik dan komorbid seperti sakit jantung, stroke dan diabetes.
Fakta ini juga diungkap Chief Marketing Officer LIGHT Group, Anna Yesito Wibowo pembuat program diet untuk karyawan. Ia menyebutkan penyakit gangguan metabolik yang paling banyak dialami karyawan yaitu diabetes melitus tipe 2, hipertensi atau darah tinggi, dan penyakit jantung koroner.
"Studi menunjukkan bahwa obesitas dan kelelahan mental di tempat kerja tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menurunkan energi, motivasi, dan efisiensi kerja secara keseluruhan," jelas Anna dalam keterangan yang diterima suara.com, Sabtu (5/7/2025).
Obesitas Bisa Picu Brain Fog, Begini Cara Diet untuk Pekerja Kantoran
Adapun penyebab pada pekerja dipengaruhi sedentary lifestyle alias gaya hidup tidak aktif, terlebih dengan kemajuan teknologi saat ini. Jika biasanya jam makan siang, karyawan akan keluar kantor untuk mencari makan. Kini, karyawan memesan lewat layanan pesan antar dan makan di meja kerja, sehingga lebih sedikit bergerak.
Inilah sebabnya obesitas terus meningkat di Indonesia. Tidak main-main, data menunjukkan prevalensi obesitas pada 2018 mencapai 21,8 persen dan bertambah menjadi 28,7 persen pada 2023.
Apabila peningkatan kasus obesitas tidak dicegah dan dikendalikan, maka produktivitas suatu perusahaan bisa terganggu karena kesehatan karyawan yang menurun. Sehingga karyawan disarankan harus mulai mengikuti program penurunan berat badan dengan beberapa cara sebagai berikut:
Baca Juga: Fenomena Brain Fog: Kesulitan Fokus Akibat Sering Konsumsi Konten Receh
1. Karyawan didampingi ahli gizi
Dibanding karyawan melakukan diet sendiri tanpa didampingi ahli, maka akan lebih sulit mengontrol diri. Terlebih pada orang obesitas awal program penurunan berat badan lebih sulit mengontrol nafsu makan.
Melalui bantuan ahli gizi, nantinya pasien tetap bisa mengimbangi nafsu makan dan tidak terlalu berat menjalani program diet.
2. Ikuti program diet
Saat ini sudah banyak program diet dengan periode waktu tertentu. Program diet seperti LIGHTcoach Corporate Wellness Program dari LIGHT Group ini dibekali modul dan workshop yang bisa diikuti karyawan berdasarkan program yang ada di klinik LIGHThouse.
Program diet ini, nantinya karyawan akan didampingi ahli gizi selama 90 hari. Anna menjelaskan program ini dibuat untuk menjawab tantangan banyak perusahaan yang produktivitasnya menurun akibat masalah kesehatan karyawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar