- Dr. Vipada Sae-Lao menekankan bahwa perubahan sederhana seperti pola makan seimbang dan kebiasaan makan penuh kesadaran dapat meningkatkan energi, tidur, dan fokus tanpa perlu perubahan drastis.
- Makanan kaya serat, biji-bijian, kacang, serta fermentasi seperti tempe dan kimchi terbukti menjaga keseimbangan mikrobioma usus dan mendukung sistem imun.
- Merencanakan menu, cukup minum, aktif bergerak, dan tidur berkualitas adalah langkah praktis menjaga keseimbangan pencernaan di tengah kesibukan modern.
Suara.com - Di tengah ritme hidup modern yang padat dan serbapraktis, menjaga kesehatan sering kali menjadi tantangan tersendiri. Banyak orang merasa perlu melakukan perubahan besar untuk hidup lebih sehat.
Padahal, menurut Dr. Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead – Asia Pacific, Herbalife, kunci utamanya justru terletak pada langkah-langkah kecil yang konsisten.
“Kesehatan yang lebih baik, lebih banyak energi, tidur yang lebih nyenyak, dan fokus yang meningkat sering kali dimulai dari perubahan sederhana yang praktis dan berkelanjutan,” ujar Dr. Sae-Lao.
“Semua itu berawal dari pusat tubuh kita, yaitu saluran pencernaan,” tambah dia.
Pencernaan: “Otak Kedua” yang Mengatur Keseimbangan Tubuh
Tak banyak yang menyadari bahwa sistem pencernaan berperan jauh lebih besar dari sekadar mengolah makanan.
Ia berkomunikasi langsung dengan otak melalui jalur yang dikenal sebagai gut-brain axis, memengaruhi imunitas, energi, metabolisme, bahkan suasana hati.
Lapisan usus menjadi rumah bagi triliunan mikroba yang bekerja mengurai makanan, memproduksi vitamin, dan melindungi tubuh dari kuman berbahaya.
Namun, keseimbangan halus ini dapat dengan mudah terganggu oleh pola makan modern yang tinggi gula rafinasi, lemak jenuh, serta rendah serat dan fitonutrien.
Baca Juga: Lawan Kanker: Tenaga Biomedis RI Digenjot Kuasai Teknologi Pencitraan Medis!
“Ironisnya, penghalang terbesar bagi kesehatan usus justru datang dari apa yang kita konsumsi setiap hari,” kata Dr. Sae-Lao.
“Makanan olahan dan kurangnya asupan sayur dan buah membuat mikrobioma usus kehilangan keseimbangannya,” ucap dia.
Fakta dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023) menguatkan kekhawatiran ini: hanya 3,3% masyarakat Indonesia yang memenuhi standar konsumsi buah dan sayur harian. Artinya, mayoritas penduduk belum memberikan “bahan bakar” terbaik bagi sistem pencernaannya.
Kembali ke Kearifan Lama
Dr. Sae-Lao mengajak masyarakat untuk menengok kembali ke pola makan tradisional Asia yang selama berabad-abad terbukti menyehatkan.
Kaya akan sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan makanan fermentasi seperti tempe, kimchi, dan yogurt, pola makan ini mendukung pencernaan sehat dan sistem imun yang kuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance