- Penelitian di Pulau Lamu, Kenya, menemukan 100% sampel kotoran keledai dan sapi mengandung mikroplastik.
- Hewan ternak tersebut memakan plastik karena pemiliknya kesulitan membeli pakan akibat harga tidak stabil.
- Kontaminasi mikroplastik ini menimbulkan kekhawatiran serius akan perpindahan ke rantai makanan manusia.
Profesor Leanne Proops, pakar perilaku hewan, menegaskan bahwa ini bukan cuma masalah di Kenya.
“Studi ini menunjukkan keterkaitan antara kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan. Polusi memberikan tekanan yang sangat besar terhadap lingkungan, membahayakan keledai dan ternak lainnya, yang pada gilirannya mempengaruhi kesehatan dan mata pencaharian manusia,” ujarnya.
Jadi, Solusinya Gimana?
Alih-alih cuma melarang hewan berkeliaran, para peneliti dan masyarakat lokal sepakat bahwa akar masalahnya adalah tata kelola sampah yang buruk. Mereka mendesak pemerintah untuk segera melakukan pembersihan lingkungan, memperbaiki sistem pembuangan sampah, dan memperluas program daur ulang.
Kisah dari Kenya ini adalah cerminan dari masalah global yang lebih besar. Sampah plastik yang kita buang sembarangan, ternyata bisa kembali ke piring kita dengan cara yang paling tidak terduga.
(Muhamad Ryan Sabiti)
Berita Terkait
-
Viral! Netizen Salfok dengan Peringatan soal Air Hujan Tercemar: Siapa yang Mau Mangap Saat Gerimis?
-
Asal-usul Makanan Bakso di Indonesia, Awalnya dari Daging Babi?
-
Bukan Hybrid atau Listrik, Suzuki Pilih Jalan Radikal pada Mobil Barunya
-
Promo JSM Superindo Hari Ini 1 November 2025: Diskon Gajian Hingga 50% Akhir Pekan
-
BRIN Temukan Mikroplastik di Air Hujan Jakarta, Begini Imbauan Kemenkes
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar