- Susu tanpa tambahan gula kini semakin populer di kalangan orang tua yang ingin memberikan pilihan camilan sehat bagi anak.
- Susu tanpa tambahan gula juga membantu mengenalkan anak pada rasa yang tidak terlalu manis.
- Hal ini juga bertujuan agar preferensi mereka terhadap makanan dapat terbentuk dengan lebih sehat sejak dini.
Suara.com - Susu tanpa tambahan gula kini semakin populer di kalangan orang tua yang ingin memberikan pilihan camilan sehat bagi anak. Selain menawarkan rasa alami yang lebih ringan, juga membantu membatasi konsumsi pemanis berlebih yang dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang.
Tak hanya memberikan nutrisi dan rasa alami tanpa kekhawatiran lonjakan gula darah, susu tanpa tambahan gula juga membantu mengenalkan anak pada rasa yang tidak terlalu manis, sehingga preferensi mereka terhadap makanan dapat terbentuk dengan lebih sehat sejak dini.
Masuk ke dalam tren ini, Cimory menghadirkan inovasi yang relevan melalui rangkaian produk tanpa tambahan gula, sebuah pendekatan yang awalnya dirancang untuk susu, namun sejalan dengan kebutuhan keluarga dalam memilih produk dairy yang lebih aman untuk anak.
Menurut Coach Alvina Olivia, MNU-certified nutritionist, dorongan anak untuk mencari makanan atau minuman manis bukan sekadar kebiasaan, tetapi respons biologis. Ketika tubuh menerima rasa manis, otak melepaskan dopamin dan endorfin yang membuat anak merasa lebih nyaman dan rileks. Inilah alasan mengapa makanan manis sering menjadi “mood booster” alami.
Jessica Mila, aktris sekaligus ibu satu anak yang hadir dalam acara peluncuran, mengaku mengalami hal serupa. Ia menyampaikan bahwa dirinya adalah penggemar rasa manis, terutama saat lelah, dan kebiasaan tersebut sempat terbawa saat memilih camilan untuk anak.
Kini, ia berusaha lebih bijak dengan mengatur porsi dan memilih produk yang lebih seimbang. Baginya, opsi tanpa gula tambahan menjadi solusi yang memudahkan orang tua untuk tetap memberikan rasa manis yang disukai anak tanpa membuat mereka berlebihan konsumsi gula.
Dari sisi industri, pendekatan ini sejalan dengan komitmen Cimory untuk menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan konsumen.
Menurut Andriani Wira Atmadja, Head of Category – Milk Cimory, produk tanpa tambahan gula tidak dibuat untuk menggantikan varian klasik, tetapi untuk memberi pilihan yang lebih sesuai dengan gaya hidup modern.
Meski awalnya diperkenalkan melalui produk susu, prinsip ini dapat diterapkan juga pada yogurt anak—memberikan rasa manis alami tanpa tambahan pemanis eksternal.
Baca Juga: Promo Superindo 1 Desember 2025: Diskon Gajian hingga Minyak Goreng Super Murah
Coach Alvina menjelaskan bahwa klaim “no added sugar” berarti tidak ada penambahan pemanis seperti gula pasir, sukrosa, atau sirup selama proses produksi. Dalam konteks produk berbasis susu fermentasi seperti yogurt, kondisi ini memungkinkan rasa sedikit lebih manis muncul secara natural, terutama jika laktosanya telah diurai.
“Dengan tidak menambah gula eksternal, risiko lonjakan gula darah dapat ditekan,” ungkapnya.
Yang menarik, banyak ibu menyusui dan orang tua yang hadir juga menanyakan apakah aman memberikan produk tanpa tambahan gula kepada anak.
Coach Alvina menegaskan bahwa gula bukan musuh, namun yang penting adalah memahami frekuensi dan kebutuhannya. Ia mengingatkan bahwa pola makan sehat bukan tentang diet ekstrem, melainkan perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten—termasuk memilih produk susu tanpa gula tambahan sebagai opsi harian.
Jessica Mila juga menambahkan pengalaman pribadi bahwa varian tanpa tambahan gula yang dikonsumsinya memberikan rasa manis yang pas tanpa membuatnya merasa bersalah, serta aman untuk pencernaan yang sensitif terhadap laktosa.
Bagi anak-anak yang juga sering mengalami ketidaknyamanan setelah mengonsumsi produk dairy, opsi tanpa laktosa dapat menjadi nilai tambah, terutama karena lebih mudah dicerna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?