- The Siu Siu, dikenal sebagai Ratu Lemon, tetap aktif mengurus distribusi hasil panen petani meskipun mengalami penurunan fisik dan memori.
- Setelah jatuh, kondisinya membaik berkat terapi regeneratif MitoNAD Cell di SAÉ Clinique, meningkatkan stamina dan daya ingatnya.
- Kisah ini menekankan pentingnya menjaga kualitas hidup di usia lanjut agar tetap aktif dan produktif, bukan hanya memperpanjang usia harapan hidup.
Suara.com - Di usianya yang tak lagi muda, The Siu Siu—yang dikenal luas sebagai Ratu Lemon—justru menolak untuk melambat. Setiap hari, ia masih aktif bergerak, mengurusi distribusi buah-buahan lokal, dan memastikan hasil panen para petani bisa menembus pasar yang lebih luas, termasuk supermarket.
Bagi The Siu Siu, usia bukan alasan untuk berhenti berkarya, melainkan dorongan untuk terus memberi manfaat.
Namun perjalanan itu tak selalu mudah. Seiring bertambahnya usia, tubuh mulai memberi sinyal.
Setelah sempat terjatuh di kamar mandi, kondisi fisiknya menurun. Persendian terasa kaku, tenaga berkurang, dan daya ingat tak lagi seprima dulu.
Aktivitas yang sebelumnya ringan perlahan menjadi tantangan, termasuk saat berlatih gerak dan menjaga keseimbangan tubuh.
Kondisi tersebut disaksikan langsung oleh Kak Denny Howman, pelatih tari yang mendampingi aktivitas fisik The Siu Siu sehari-hari.
Ia melihat bagaimana range of motion The Siu Siu semakin terbatas, gerakan tak lagi stabil, dan keluhan soal memori mulai sering muncul.
“Sebagai pelatih, perubahan itu sangat terasa. Bukan hanya soal fisik, tapi juga kepercayaan diri,” ujar Kak Denny.
Di titik inilah The Siu Siu bertemu dengan pendekatan kesehatan regeneratif di SAÉ Clinique. Melalui terapi MitoNAD Cell, yang berfokus pada optimalisasi fungsi mitokondria sebagai pusat energi sel, kondisinya perlahan membaik.
Baca Juga: Uniqlo Fitfest 2025: Perpaduan Fashion dan Gaya Hidup Aktif yang Inspiratif
Stamina meningkat, gerakan kembali lebih ringan, dan daya ingat menunjukkan perkembangan positif. Bagi The Siu Siu, pemulihan ini bukan sekadar soal tubuh yang lebih kuat, tetapi juga tentang kembali menemukan semangat untuk terus aktif.
Perjalanan tersebut mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak orang di usia lanjut hari ini. Harapan hidup memang semakin panjang, tetapi tanpa kualitas hidup yang baik, usia panjang bisa berubah menjadi beban.
Menurut dr. Sebastian, Founder dan Medical Director SAÉ Clinique, inilah alasan pendekatan kesehatan di usia matang perlu bergeser.
“Usia boleh bertambah, tapi fungsi tubuh dan semangat hidup tidak seharusnya ikut menurun. Kita perlu solusi medis yang mendukung orang tetap aktif dan bermakna,” katanya.
Selain MitoNAD Cell, SAÉ Clinique juga menghadirkan Baby Cell Therapy—terapi regeneratif yang dirancang untuk membantu kemampuan alami sel dalam memperbaiki dan meregenerasi diri.
Terapi ini menyasar penurunan fungsi biologis akibat usia, stres, dan gaya hidup, dengan tujuan menjaga kesehatan jangka panjang dan kualitas hidup secara menyeluruh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien