- Super Flu Subclade K sangat rentan menyerang anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta (komorbid).
- Gejalanya mirip flu berat, seperti demam tinggi, nyeri tubuh, dan batuk, sehingga memerlukan kewaspadaan lebih.
- Pencegahan terbaik adalah melalui vaksinasi influenza tahunan, menjaga kebersihan diri, dan menggunakan masker di keramaian.
Hal ini membuat mereka lebih sulit melawan infeksi virus yang agresif seperti influenza A. IDAI menekankan bahwa dampak pada anak bisa jauh lebih serius.
2. Lansia (Lanjut Usia)
Individu berusia 65 tahun ke atas secara alami mengalami penurunan fungsi sistem imun. Ini membuat mereka menjadi target empuk bagi Super Flu untuk menimbulkan komplikasi berbahaya seperti pneumonia.
3. Ibu Hamil
Perubahan hormonal dan fisiologis selama kehamilan dapat menekan sistem kekebalan tubuh, menjadikan ibu hamil dan janinnya lebih rentan terhadap infeksi berat.
4. Orang dengan Penyakit Penyerta (Komorbid)
Ini adalah kelompok risiko terbesar. Individu dengan kondisi medis bawaan atau kronis sangat berisiko mengalami perburukan. Menurut IDAI, penyakit penyerta yang dimaksud antara lain:
- Penyakit jantung dan paru kronis (seperti asma)
- Gangguan metabolik (seperti diabetes dan obesitas)
- Penyakit kanker dan kelainan saraf
- Pasien dengan sistem imun yang lemah (misalnya karena HIV atau konsumsi obat penekan imun)
Jangan Anggap Remeh Flu Anak
Bagi kelompok rentan, gejala flu tidak boleh dianggap sepele. Dikutip dari unismuh.ac.id, Dosen Kedokteran Unismuh Makassar, dr. Nurmila, M.Kes, Sp.PD, menekankan pentingnya orang tua untuk mengenali tanda bahaya pada anak.
Segera cari pertolongan medis jika anggota keluarga Anda, terutama yang termasuk dalam kelompok risiko, mengalami:
Baca Juga: Detik-Detik Mencekam Ian Rush Saat Melawan Maut Akibat Serangan Super Flu
- Napas cepat atau sesak napas.
- Demam tinggi yang tidak kunjung turun.
- Anak tampak sangat lemas dan tidak mau makan atau minum.
- Tanda-tanda dehidrasi (mulut kering, jarang buang air kecil).
- Penurunan kesadaran atau kejang.
"Yang sering jadi masalah bukan hanya virusnya, tapi keterlambatan mengenali tanda bahaya dan keterlambatan akses layanan," ujar dr. Nurmila.
Langkah Cerdas Melindungi Diri dan Keluarga
Meskipun Super Flu Subclade K terdengar mengkhawatirkan, kita tidak boleh panik. Sebaliknya, kita harus proaktif melakukan langkah-langkah pencegahan yang terbukti efektif.
1. Vaksinasi Influenza Tahunan
Ini adalah garda terdepan pertahanan Anda. Para ahli sepakat bahwa vaksin flu yang tersedia saat ini masih memberikan perlindungan signifikan untuk mencegah gejala berat dan risiko rawat inap.
2. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Jangan lupakan kekuatan kebiasaan sederhana. Rajin mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menjaga kebersihan lingkungan sangat penting.
Berita Terkait
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Dari Flu hingga Hidung Tersumbat: Panduan Menenangkan Ibu Baru Saat Bayi Sakit
-
Bukan Cuma Flu Biasa, Virus RSV Bisa Jadi 'Pembunuh' Senyap bagi Bayi Prematur
-
Lonjakan Kasus Flu di Perkotaan, Benarkah Dipicu Perubahan Iklim?
-
Dari Flu hingga Leptospirosis: 8 Penyakit Musim Hujan yang Harus Diwaspadai
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya