- Menteri Kesehatan menjelaskan relawan Kemenkes masuk Medan/Aceh lewat Malaysia sebagai strategi logistik karena tiket domestik mahal.
- Langkah ini diambil karena penerbangan langsung Jakarta ke lokasi terdampak penuh dan biaya tiket domestik melonjak tinggi.
- Kemenkes telah mengirim sekitar 4.000 tenaga kesehatan secara bertahap sejak pertengahan Desember untuk layanan di posko pengungsian.
Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan alasan relawan Kementerian Kesehatan masuk ke Medan dan Aceh melalui Malaysia. Langkah itu diambil bukan karena melibatkan relawan asing, melainkan sebagai strategi logistik untuk menyiasati mahal dan terbatasnya tiket pesawat domestik.
Penjelasan itu disampaikan Budi saat konferensi pers di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, merespons viralnya relawan berbaju biru yang disebut-sebut datang dari Malaysia.
“Sempat viral karena dibilang pakai baju biru, datangnya dari Malaysia. ‘Wah ini relawan Malaysia datang’. Bukan,” kata Budi di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, relawan tersebut merupakan tenaga kesehatan Kemenkes yang dikirim melalui rute internasional karena penerbangan langsung Jakarta–Medan penuh dan harga tiket melonjak.
“Itu relawan Kemenkes dikirim lewat Malaysia. Karena pesawat Jakarta–Medan penuh, harganya jadi mahal. Akhirnya kita belokkan dulu relawan kita berangkatnya ke Kuala Lumpur, masuk ke Medan atau masuk ke Aceh, karena opsinya bisa lebih murah,” ujar Budi.
Budi menyebut hingga saat ini Kemenkes telah mengirim sekitar 4.000 relawan kesehatan ke wilayah terdampak bencana. Pengiriman dilakukan secara bergelombang dan bergilir setiap dua hingga tiga minggu.
“Kita putar setiap 2–3 minggu, berotasi. Jadi setiap saat ada sekitar 700 sampai 900 relawan kesehatan,” katanya.
Relawan tersebut ditugaskan untuk memberikan layanan kesehatan, terutama di posko-posko pengungsian. Menurut Budi, keterbatasan tenaga kesehatan di daerah terdampak membuat kehadiran relawan menjadi krusial.
“Prioritasnya menjangkau daerah pengungsian atau desa-desa yang terisolasi,” ujarnya.
Baca Juga: Padang Pulih: Menanti Matahari dan Kembali Bangkitnya Ranah Minang
Ia menjelaskan, meski di beberapa wilayah terdapat puskesmas, akses menuju lokasi sering terputus akibat banjir. Kondisi tersebut memaksa relawan menempuh jalur yang tidak biasa.
“Puskesmas mungkin ada, tapi karena banjir jalannya enggak bisa. Mesti pakai sling, pakai rakit, segala macam. Dan itu kita kirim relawan-relawan,” kata Budi.
Relawan Kemenkes disebar ke berbagai kabupaten dan kota sesuai kebutuhan di lapangan. Budi menyebut pengiriman dilakukan sejak pertengahan Desember.
“Batch pertama sekitar 400-an relawan kita kirim pada minggu ketiga dan minggu keempat Desember,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Padang Pulih: Menanti Matahari dan Kembali Bangkitnya Ranah Minang
-
Kalah dari Chen/Toh untuk Kali Ketujuh, Jafar Hidayatullah Akui Permainan Jelek dan Tidak Yakin
-
Jadwal Malaysia Open 2026: Jonatan Christie hingga Putri KW, 8 Wakil Indonesia Berjuang Hari Ini
-
Malaysia Open 2026 Day 2: Jadwal Laga 8 Wakil Indonesia, MD Perang Saudara
-
Percepat Pemulihan Sumatra, Prabowo Bentuk Satgas Khusus Dipimpin Tito Karnavian
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans
-
Teror Berantai Ketua BEM UGM 2026: Kritik Kebijakan, Fitnah AI, hingga Ancaman ke Keluarga
-
Wakil Ketua Komisi VI Adisatrya Sulisto Soroti Kebijakan Impor Mobil Operasional KDKMP dari India
-
Tragedi Filisida Sukabumi: Bocah 12 Tahun Tewas di Tangan Ibu Tiri, Ini Penjelasan KPAI
-
BGN Tegaskan Tak Ada Pembagian MBG Saat Sahur, Ini Jadwalnya Selama Ramadan
-
Testimoni Wali Murid: Sekolah Rakyat Bawa Perubahan Nyata bagi Anak
-
Sinergi Kemensos dan Komisi VIII DPR Tingkatkan Layanan Korban Perdagangan Manusia
-
KPK Angkat Bicara, Inilah Alasan Utama RUU Perampasan Aset Wajib Disahkan!
-
Evakuasi Mencekam 26 Warga China di Tambang Emas Nabire Pasca Serangan KKB Aibon Kogoya
-
Menbud Fadli Zon: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Kebudayaan Dunia dan Super Power Megadiversity