- Spesialis kesehatan olahraga Andhika Raspati menguraikan empat waktu ideal berolahraga saat Ramadan: setelah sahur, menjelang buka, sebelum Tarawih, dan setelah Tarawih.
- Tujuan utama olahraga selama puasa adalah mempertahankan kebugaran tubuh agar tidak menurun drastis, bukan untuk peningkatan performa signifikan.
- Intensitas latihan perlu disesuaikan dengan menghindari olahraga yang memicu dehidrasi berlebih, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Tujuan Utama Puasa: Mempertahankan Kebugaran, Bukan Meningkatkan Performa
Penting untuk dipahami, menurut Andhika, bahwa bulan puasa bukanlah waktu yang ideal untuk meningkatkan performa fisik secara signifikan.
"Secara teoritis, bulan puasa itu bukan waktunya kita untuk meningkatkan performa. Tujuannya adalah mempertahankan kebugaran yang sudah ada agar tidak menurun drastis," jelasnya.
Dia menekankan bahwa target utama adalah agar tubuh tidak 'drop' selama sebulan penuh berpuasa.
"Syukur-syukur kalau kebetulan bisa naik, tapi umumnya akan cenderung stabil," tambahnya.
Pola Makan dan Intensitas Olahraga: Kunci Sukses
Saat memilih olahraga, terutama yang membutuhkan energi cepat, Dr. Andhika menyarankan konsumsi makanan yang mudah dicerna seperti roti atau smoothies.
"Ini sekadar untuk mengisi energi di awal sebelum berolahraga. Setelahnya, tentu makan lagi," jelasnya.
Dia juga menyoroti pentingnya memilih makanan dengan indeks glikemik (GI) yang tepat. Makanan dengan GI tinggi, seperti roti atau tepung-tepungan, dapat memberikan energi cepat jika dikonsumsi sebelum berolahraga, namun harus diimbangi dengan aktivitas fisik, bukan hanya rebahan.
Baca Juga: Tolak Tawaran Damai Puluhan Miliar Rupiah, Dokter Detektif: Kembalikan Dulu Uang Rakyat!
"Kalau kita memilih olahraga setelah sahur, kita bisa coba nge-gym di tempat ber-AC. Tujuannya agar tidak terlalu banyak berkeringat dan dehidrasi," kata Dr. Andhika.
Dia juga mengingatkan bahwa saat puasa, penyesuaian beban latihan sangatlah penting.
"Meskipun tubuh bisa mengangkat beban, hindari yang terlalu berat agar tidak kelelahan dan dehidrasi menjelang berbuka," imbuhnya.
Dengan memahami panduan ini, masyarakat dapat tetap aktif dan bugar sepanjang bulan Ramadan tanpa mengorbankan kesehatan.
Berita Terkait
-
Muhammadiyah Puasa Tanggal Berapa? Ini Keputusan dan Jadwal Imsakiyahnya
-
Dokter Tirta Geram Respons Lambat Mohan Hazian soal Isu Pelecehan Seksual: Klarifikasimu Jelek!
-
5 Pilihan Sepatu Desle untuk Olahraga, Koleksi Terbaru Februari 2026
-
Mengapa Mohan Trending? Dokter Tirta Sampai Beri Pesan Menohok Soal Tahan Nafsu
-
5 Amalan Utama di Akhir Bulan Sya'ban, Sambut Ramadan dengan Hati yang Suci
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
Terkini
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi