- Indonesia hanya memiliki 60 perawat spesialis onkologi di seluruh wilayah.
- Perawat onkologi krusial dalam menjaga keamanan prosedur kemoterapi yang berisiko tinggi.
- Roche, UI, dan Siloam berkolaborasi mempercepat pelatihan standar keperawatan onkologi.
Dalam jangka panjang, MRCCC menargetkan 70 persen perawatnya merupakan perawat onkologi. Namun target tersebut diproyeksikan tercapai dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
"Kita memang punya target jangka panjang 70 persen perawat adalah perawat onkologi. Tapi ini perlu waktu karena pelatihan harus berjalan paralel dengan layanan lain seperti hemodialisis, cath lab, dan gawat darurat," ujar Dr. Edy.
Saat ini sudah ada 7 training center keperawatan onkologi dasar di tingkat nasional. Pelatihan dilakukan di rumah sakit pemerintah, termasuk RS Kanker Darmais dan RSUP Dr. Sardjito. Training center tersebut bertugas melatih perawat secara berkelanjutan agar kapasitas nasional meningkat.
Harapannya dengan semakin banyaknya lahir perawat onkologi bisa mengimbangi jumlah pasien kanker yang terus bertambah. Apalagi tanpa SDM yang memadai, beban layanan akan semakin berat dan risiko ketidaksamaan standar penanganan dapat terjadi.
Lucia menegaskan bahwa perawat onkologi tidak hanya bertugas mendampingi dokter, tetapi menjadi bagian penting dalam tim multidisiplin (Multidisciplinary Team/MDT) yang menangani pasien secara komprehensif dari diagnosis hingga paliatif.
"Pasien kanker itu perjalanannya kompleks. Perawat onkologi dilatih secara spesifik agar mampu mendampingi pasien end-to-end, bukan hanya aspek klinis tetapi juga edukasi dan dukungan emosional," pungkas Lucia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus