- WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global setelah menewaskan hampir 90 orang.
- Virus Ebola merupakan penyakit zoonosis mematikan yang menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita maupun hewan.
- Pencegahan utama dilakukan dengan menjaga kebersihan, menghindari kontak langsung dengan penderita, serta menjauhi konsumsi daging hewan liar.
Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah virus Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan kedaruratan kesehatan global.
Penetapan status darurat global ini dilakukan setelah wabah Ebola menewaskan hampir 90 orang dan menyebar lintas negara di kawasan Afrika Timur.
Virus Ebola menjadi salah satu ancaman kesehatan global yang paling ditakuti karena tingkat kematiannya yang sangat tinggi.
Meskipun kasus ini lebih sering ditemukan di benua Afrika, pemahaman mengenai gejala dan cara penularannya sangat penting bagi masyarakat luas sebagai bentuk kewaspadaan dini.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai gejala awal virus Ebola serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
Apa Itu Virus Ebola?
Virus Ebola adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus dari genus Ebolavirus.
Penyakit ini bersifat zoonosis, artinya menular dari hewan kemanusia, dan kemudian dapat menyebar antarmanusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.
Mengutip dari laman CDC, Virus Ebola diyakini berasal dari kelelawar buah yang menjadi inang alami (reservoir) virus ini.
Baca Juga: Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya, Indonesia Kapan?
Penularan awal ke manusia terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau mengonsumsi dagingnya
Menurut data medis, tingkat kematian akibat virus ini bisa mencapai 50% hingga 90%. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap gejala awal menjadi kunci utama dalam penanganan medis.
Gejala Awal Virus Ebola yang Harus Diwaspadai
Salah satu tantangan dalam mendeteksi Ebola adalah gejalanya yang sering menyerupai penyakit lain, seperti flu, malaria, atau demam berdarah.
Mengutip dari Alodokter, masa inkubasi virus ini (jarak antara infeksi hingga munculnya gejala) berkisar antara 2 hingga 21 hari.
Berikut adalah beberapa gejala awal yang biasanya muncul secara tiba-tiba:
- Demam Tinggi: Suhu tubuh meningkat drastis secara mendadak.
- Lemas Luar Biasa: Penderita akan merasa sangat lemah dan tidak bertenaga (fatigue).
- Nyeri Otot dan Sendi: Rasa sakit yang tajam pada area otot dan persendian.
- Sakit Kepala Hebat: Sering disertai dengan rasa pening yang tak tertahankan.
- Sakit Tenggorokan: Rasa nyeri saat menelan yang mirip dengan gejala radang.
Setelah gejala awal tersebut, penyakit ini akan berkembang ke tahap yang lebih parah, yang ditandai dengan:
- Muntah-muntah dan diare.
- Ruam kemerahan pada kulit.
- Gangguan fungsi ginjal dan hati.
- Pendarahan: Baik pendarahan internal maupun eksternal (seperti keluar darah dari gusi, hidung, atau feses).
Cara Penularan Virus Ebola
Berdasarkan informasi dari Kemenkes RI, virus ini tidak menular melalui udara seperti flu biasa. Penularan terjadi melalui:
1. Kontak langsung dengan darah, sekret, organ, atau cairan tubuh lainnya (seperti keringat, urin, air liur, dan sperma) dari orang yang terinfeksi.
2. Kontak dengan benda yang telah terkontaminasi oleh cairan tubuh penderita (seperti pakaian atau jarum suntik).
3. Kontak dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar buah, monyet, atau simpanse.
Langkah Pencegahan Virus Ebola
Hingga saat ini, pencegahan adalah cara paling efektif untuk memutus rantai penyebaran. Berikut adalah langkah-langkah preventif yang direkomendasikan:
1. Menjaga Kebersihan Tangan
Selalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, atau gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol secara rutin, terutama setelah beraktivitas di tempat umum.
2. Hindari Kontak dengan Cairan Tubuh Penderita
Hindari menyentuh darah atau cairan tubuh orang yang sedang sakit atau menunjukkan gejala demam tinggi. Bagi petugas medis, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sangat wajib hukumnya.
3. Hindari Kontak dengan Hewan Liar
Kemenkes menyarankan untuk tidak mengonsumsi atau menyentuh daging hewan liar (bushmeat), terutama kelelawar dan kera, yang diketahui sebagai inang alami virus Ebola.
Pastikan semua produk daging dimasak hingga benar-benar matang.
4. Perhatikan Prosedur Pemakaman
Virus Ebola masih dapat menular bahkan setelah penderitanya meninggal dunia. Oleh karena itu, pemulasaraan jenazah pasien Ebola harus dilakukan oleh petugas terlatih dengan protokol keamanan yang ketat.
5. Hindari Perjalanan ke Wilayah Endemis
Jika tidak mendesak, hindari bepergian ke daerah yang sedang mengalami wabah atau outbreak virus Ebola.
Ebola adalah penyakit mematikan, namun risiko penularannya dapat ditekan dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta kewaspadaan terhadap gejala awal.
Jika Anda atau kerabat mengalami demam tinggi setelah bepergian dari wilayah terdampak, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat