- Viral kisah Sema Chintya mengalami gejala gagal ginjal pada area wajah.
- Wajah bengkak dan pucat menjadi indikator awal gejala gagal ginjal.
- Deteksi dini gejala gagal ginjal lewat wajah dapat mencegah kondisi fatal.
3. Wajah Pucat Akibat Anemia
Pasien gagal ginjal sering kali terlihat pucat. Hal ini dikarenakan ginjal yang bermasalah tidak mampu memproduksi hormon eritropoietin secara optimal.
Hormon ini berfungsi untuk memicu pembentukan sel darah merah.
Jika jumlah sel darah merah rendah (anemia), wajah pun akan terlihat lesu dan kehilangan rona alaminya.
4. Kulit Kering, Kusam, dan Gatal
Ginjal yang sehat bertugas menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah.
Saat fungsi ini terganggu, kulit akan kehilangan kelembapannya secara drastis, menjadi sangat kering, kusam, hingga muncul rasa gatal yang hebat akibat penumpukan limbah di dalam darah.
5. Munculnya Uremic Frost atau Bercak Putih
Pada stadium yang lebih lanjut, bisa muncul fenomena yang disebut uremic frost.
Baca Juga: Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik
Uremic frost adalah munculnya serbuk halus atau kristal putih pada permukaan kulit wajah.
Kristal ini sebenarnya adalah limbah ureum yang tidak bisa dikeluarkan melalui urin, sehingga keluar melalui pori-pori keringat.
6. Napas dan Mulut Beraroma Amonia
Meski bukan bagian fisik wajah secara langsung, aroma napas pasien gagal ginjal biasanya sangat khas, yakni berbau seperti amonia atau logam.
Hal ini disebabkan oleh tingginya limbah metabolisme (ureum) yang mengendap di dalam darah dan keluar melalui pernapasan.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat bahwa jutaan orang menderita penyakit ginjal tanpa mereka sadari.
Faktor pemicu utamanya biasanya adalah diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit autoimun.
Jika Anda merasakan perubahan seperti wajah yang terus-menerus bengkak, cepat lelah, atau perubahan pola buang air kecil, jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan medis.
Berita Terkait
-
Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?
-
Waspada Kanker hingga Gagal Ginjal! Sudinkes Jaktim Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Layanan BPJS PBI Tetap Aktif, Ibu di Bogor Bersyukur Anaknya Bisa Rutin Cuci Darah
-
Saat Pemutakhiran Data Bantuan Berujung Pencabutan Status BPJS PBI, Begini Situasi yang Terjadi
-
Timbulkan Kegaduhan, Kemensos Aktifkan Kembali BPJS PBI Khusus Pasien Cuci Darah
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu