Parkinson dan Epilepsi Kebal Obat Kini Punya Harapan Baru, Teknologi Operasi Otak Hadir di Indonesia

Kamis, 05 November 2026 | 16:56 WIB
Parkinson dan Epilepsi Kebal Obat Kini Punya Harapan Baru, Teknologi Operasi Otak Hadir di RI
BACA 10 DETIK
  • Mitra Keluarga Kemayoran menghadirkan teknologi neuromodulasi melalui pusat layanan NeuroPrime untuk menangani gangguan saraf yang sulit diobati.
  • Prosedur Deep Brain Stimulation diterapkan untuk membantu pasien Parkinson mengendalikan gejala, mengurangi tremor, serta memperbaiki kelancaran gerakan.
  • Terapi Vagus Nerve Stimulation diberikan kepada penderita epilepsi kebal obat guna menurunkan frekuensi dan tingkat keparahan kejang.

“DBS bukan mengganti fungsi otak maupun menyembuhkan penyakit Parkinson, tetapi membantu mengendalikan gejala sehingga pasien dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih baik,” jelasnya.

VNS, Pilihan bagi Pasien Epilepsi yang Sulit Dikendalikan

Teknologi berikutnya adalah Vagus Nerve Stimulation (VNS), yang ditujukan bagi pasien epilepsi kebal obat atau kondisi ketika kejang masih berulang meskipun telah mendapatkan terapi obat anti bangkitan secara optimal.

Berbeda dengan DBS yang menggunakan elektroda pada area tertentu di otak, VNS bekerja dengan memberikan stimulasi listrik ringan melalui saraf vagus di leher.

Prosedurnya dilakukan dengan menanamkan perangkat kecil di bawah kulit dada, kemudian menghubungkannya dengan saraf vagus. Stimulasi tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan frekuensi maupun tingkat keparahan kejang.

dr. Kevin menjelaskan, VNS dapat dipertimbangkan bagi pasien yang fokus kejangnya berada dekat area vital otak sehingga sulit diangkat melalui operasi. Teknologi ini juga dapat menjadi pilihan ketika pasien memiliki beberapa fokus kejang atau masih mengalami kejang setelah menjalani operasi epilepsi.

“VNS menjadi pilihan bagi pasien epilepsi tertentu, terutama pada kondisi kasus epilepsi kebal obat, yang fokus kejangnya tidak memungkinkan diangkat karena fokus kejangnya dekat dengan bagian vital otak, atau terdapat fokus kejang yang banyak,” ungkapnya.

Meski demikian, DBS maupun VNS bukan prosedur yang dapat diberikan kepada semua pasien. Pemeriksaan menyeluruh dan evaluasi multidisiplin tetap diperlukan untuk menentukan tindakan paling sesuai.

Melalui NeuroPrime Mitra Keluarga Kemayoran, layanan bedah saraf fungsional juga mencakup penanganan tremor esensial, distonia, trigeminal neuralgia, hingga hemifacial spasm.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa pasien dengan gangguan saraf yang belum terkontrol melalui pengobatan memiliki pilihan terapi lanjutan di dalam negeri. Dengan diagnosis dan evaluasi yang tepat, teknologi medis modern diharapkan dapat membantu pasien menjalani kehidupan yang lebih baik.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com