/
Minggu, 24 April 2022 | 16:00 WIB

Indotnesia - Memelihara hewan peliharaan jadi salah satu hal yang menyenangkan. Begitu juga dengan memelihara burung berkicau.

Suara burung berkicau yang merdu sangat enak untuk dinikmati dan dapat membuat diri jadi rileks. Apalagi, kicauan burung bisa juga memiliki rima atau nadanya tersendiri, layaknya manusia bernyanyi. Saat ini kicau burung bukan hanya menjadi kebanggaan peliharaan di rumah, tetapi sudah dibawa masuk ke ajang perlombaan.

Sejarah Lomba Kicau Burung

Awal mula lomba kicau burung di Indonesia tak luput dari sejarah panjang komunitas perburungan, yaitu tiga tahun setelah berdirinya Pelestarian Burung Indonesia (PBI) pada 1973. PBI adalah cikal bakal dan pelopor terselenggaranya lomba kicau burung.

Penggagas lomba kicau burung adalah para pedagang burung di Pasar Pramuka, Jakarta. Saat itu, PBI juga menjadi event organizer (EO) penyelenggaraan lomba kicau burung.

Tujuan lomba saat itu lebih kepada cara untuk meramaikan pasar burung dan memunculkan penggemar burung, sehingga dapat meningkatkan penjualan para pedagang burung

Aktivitas penyuka kicauan burung sebenarnya sudah ada sebelum PBI berdiri. Akan tetapi, saat itu belum dijadikan sebagai perlombaan, masih sebatas ajang silaturahmi saudara, teman, atau kenalan  sebagai sesama penyuka kicau burung.

Selain itu, pada awal mula terselenggaranya, lomba ini bukan hanya sekedar membandingkan kicauan tiap-tiap burung yang dibawa, tetapi juga sebagai ajang menunjukkan status sosial. Masuk golongan kaya atau miskin tergantung dari jenis burung yang dibawa.

Seiring berjalannya waktu, kesenjangan sosial itu tidak berlaku lagi. Sekarang, lomba kicau burung malah menjadi pemersatu. Para penyuka kicau burung menyebut kelompok mereka sebagai ‘kicaumania’.

Keberadaan Kicaumania juga semakin menjamur seiring dengan diadakannya lomba kicau burung di berbagai daerah dan bahkan nasional. Beberapa daerah bahkan menjadikan lomba kicau burung sebagai acara tahunan. Di Yogyakarta misalnya, sudah menjadi agenda pariwisata tahunan dan sudah berjalan 7 putaran. Pada tahun 2020 terjeda karena pandemi dan larangan berkumpul dan beramai-ramai.

Lomba Kicau Burung

Lomba kicau burung memberikan beberapa poin untuk menentukan penilaiannya. Poin-poin tersebut diisi oleh para juri yang mengamati kicauan burung yang digantung di atas tiang. Berikut  4 poin penilaian lomba kicau burung:

1. Durasi 

Penilaian berdasarkan durasi itu ketika burung mampu berkicau secara intens atau sering. Burung yang memiliki jeda kicau yang lama akan mengurangi durasi.

2. Nada/ Irama

Layaknya para penyanyi, lomba kicau burung juga dinilai berdasarkan iramanya. Irama kicauan burung yaitu, ketika burung dapat membuat berbagai variasi suara atau kicauan. 

Load More