/
Sabtu, 30 April 2022 | 12:06 WIB
Indotnesia/ Eko Junianto

Indotnesia - Jasa penukaran uang mulai menjamur di  sejumlah titik Kawasan Kota Yogyakarta menjelang Lebaran 2022.

Menjelang akhir Ramadan, jasa penukaran uang mulai memunculkan keberadaannya. Sempat sepi ketika Lebaran tahun lalu, kini alternatif jasa penukaran uang baru mulai kembali marak.

Dari beberapa titik, posisi sekumpulan jasa penukaran uang di tengah kota yang paling terlihat mencolok.

Di Titik Nol Yogyakarta, tepatnya di seberang Bank Indonesia terlihat gerombolan jasa penukaran uang yang sedang mengipas-ngipaskan uang baru yang telah dibungkus plastik untuk menarik konsumen. 

Jasa penukaran uang ini biasanya akan menyiapkan uang pecahan, mulai dari seribuan, 2 ribuan, 5 ribuan, 10 ribuan, 20 ribuan, 50 ribuan, hingga 100 ribu rupiah. 

Akan tetapi, menurut para penjaja, uang yang paling banyak ditukarkan adalah pecahan Rp10.000 dan Rp20.000. Karena pecahan dengan nominal tersebut dianggap jumlah yang pas sebagai angpau Lebaran untuk diberikan pada anak-anak.

Lengkap dengan baju pajang, masker, dan tas kecil di badannya, para penjaja uang ini berjejer di pinggir jalan sekitaran Monumen Serangan Umum 1 Maret. Penataannya pun cukup minimalis, hanya menggunakan kursi, meja kecil, dan banner yang tertempel pada meja bertuliskan 'jasa penukaran uang baru'. 

Budaya penukaran uang baru memang tak lepas dari budaya salam tempel saat Lebaran. Pasalnya, uang baru yang masih kaku, mulus, dan tidak lecek memang lebih diminati oleh anak-anak sebagai salam tempel saat Lebaran nanti.

Walau harus membayar biaya tambahan sekitar 10 persen dari nominal yang ditukarkan, alternatif jasa penukaran uang ini ternyata lebih ramai peminat. Alasannya karena dirasa lebih mudah tak perlu repot mengantre di bank. 

Keberadaanya yang tepat di pinggir jalan-jalan besar membuat para konsumen mudah mengenalinya. Beberapa penjaja bahkan melayani konsumen tanpa harus turun dari kendaraannya. 

Biar begitu, menukarkan uang pada jasa penukaran uang  tidak resmi sebenarnya memiliki risiko. Oleh karena itu, sebaiknya sempatkan diri untuk memeriksa kualitas dan keaslian uang dengan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang).

Jangan lupa untuk menghitung kembali jumlah uang sebelum meninggalkan tempat transaksi dan pastikan sesuai dengan nominal yang Anda tukarkan.

Load More