Indotnesia - Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan olahraga panahan bukan? Tapi, pernahkan kalian mendengar jemparingan?
Jemparingan adalah olahraga panahan tradisional khas Kerajaan Mataram atau disebut gaya mataraman. Dikutip dari laman Dinas Pariwisata DIY, jemparingan berasal dari kata ‘jemparing’ yang berarti anak panah.
Kemunculan jemparingan yang masih eksis hingga sekarang dapat ditelusuri sejarahnya sejak awal Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Awalnya, jemparingan hanya dilakukan oleh anggota keluarga kerajaan, tetapi kemudian Sultan Hamengku Buwono I meminta pengikutnya turut memperlajari.
Tak heran, olahraga ini sering dimainkan di lingkungan keraton oleh para prajurit. Namun, saat ini permainan tradisional ini bisa dimainkan oleh siapa pun dan di mana pun.
Sama seperti panahan, jemparingan juga menggunakan busur dan anak panah serta cara bermain serupa. Namun, dalam jemparingan busur disebut gendewo sementara objek sasarannya disebut wong-wongan atau bandulan.
Selain sebagai olahraga tradisional, jemparingan juga sarat akan makna filosofi. Dikutip dari laman Indonesia.go.id, permainan tradisional ini bertujuan untuk membentuk watak, salah satunya sawiji atau konsenterasi.
Sementara, jika panahan dilakukan dengan berdiri, jemparingan justru dilakukan dengan cara duduk bersila dan menggunakan pakaian tradisional. Proses pembidikan sasaran pun tak hanya dengan mata, tetapi memposisikan busur di hadapan perut sehingga bidikan didasarkan pada perasaan pemanah.
Dalam gaya mataraman, itu disebut sebagai pamenthanging gandewa pamanthening cipta, yang berarti membentangnya busur seiring dengan konsentrasi yang ditujukan pada sasaran yang dibidik.
Jika dalam kehidupan sehari-hari dapat dimaknai sebagai manusia yang memiliki cita-cita agar berkonsentrasi penuh hingga tercapai cita-citanya.
Baca Juga: Sensasi Menginap di Djojosoewito Homestay, Ada Jemparingan dan Susur Sungai
Selain itu, olahraga ini juga disunnahkan dalam agama karena terdapat empat makna olah rasa, yaitu sawiji atau konsentrasi, greget atau semangat, sengguh atau percaya diri, ora mingkuh atau bertanggung jawab.
Di Yogyakarta, para pemudanya mulai minat dengan permainan tradisional ini. Bahkan, jemparingan juga mulai dilombakan. Salah satunya, sebentar lagi akan dilaksanakan lomba panahan gaya mataraman Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tingkat Nasional.
Kategori lomba yaitu dewasa putra dan putri dengan 20 rambahan dan jarak 32 meter. Sementara, kategori anak-anak dengan 10 rambahan dan jarak 15 meter.
Lomba tersebut akan dihelat di Alun-alun Kidul Yogyakarta pada 30 Juli 2022 pukul 08.00 - 16.00 WIB. Bagi kalian yang di Jogja dan tertarik dengan olahraga panahan tradisional ini bisa datang langsung untuk mendaftar atau sekadar menonton. Untuk informasi lebih lanjut bisa kunjungi Instagram @humasjoga.
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana