Indotnesia - Saat ini gelombang panas dan perubahan iklim serta pemanasan global yang terjadi di berbagai negara menghadirkan sejumlah masalah lingkungan. Selain itu, dampak kondisi tersebut bahkan bisa sampai memengaruhi kesehatan mental seseorang.
Dilansir dari laman World Economic Forum, gelombang panas memiliki dampak besar pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Berdasarkan studi terbaru, kunjungan rawat darurat rumah sakit akan meningkat sebanyak 10% pada musim panas melebihi suhu normal.
Berdasarkan penelitian, kondisi panas dan kelembaban ekstrem dapat membuat fisik tidak nyaman yang mengakibatkan kesejahteraan psikologis terganggu.
Suhu panas yang terjadi dapat meningkatkan gejala depresi pada orang dengan depresi, dan peningkatan gejala kecemasan pada mereka dengan gangguan kecemasan umum yang sering merasa cemas sepanjang waktu.
Masih dilansir dari weforum.org, sebuah penelitian terhadap siswa di Boston, Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka yang berada di ruangan tanpa AC selama gelombang panas memiliki kinerja lebih buruk dan lambat.
Pasalnya, kondisi panas mengakibatkan kemungkinan besar seseorang menjadi frustasi dan menyebabkan agresi, yaitu perasaan marah atau tindakan kasar kepada orang lain.
Sedangkan di Inggris, penelitian menemukan 60% anak muda yang disurvei mengatakan merasa khawatir atau sangat khawatir tentang perubahan iklim.
Bahkan, lebih dari 45% dari mereka menyebut, kecemasan terhadap perubahan iklim memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.
Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa suhu panas dapat memicu kekambuhan sementara pada orang dengan gangguan bipolar dengan meningkatkan risiko episode manik.
Baca Juga: Sinopsis Film Mendarat Darurat, Hadirkan Komedi Romantis yang Menghadirkan Bencana
Menurut data survei dari 1,9 juta orang Amerika Serikat antara tahun 2008 hingga 2013, gelombang panas lebih mungkin membuat para responden merasa kurang gembira dan bahagia, serta peningkatan stres, kelelahan serta kemarahan.
Bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya, adanya gelombang panas mampu mendorong gejala mereka semakin intens.
Sedangkan malam yang hangat, secara signifikan dapat memperburuk tidur seperti kesulitan kurang tidur dan insomnia yang berkaitan erat dengan status kesehatan mental yang lebih buruk dari waktu ke waktu.
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
25 Ucapan Hari Ayah Sedunia 2026 yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna
-
4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
-
Tren Perawatan Non-Bedah Meningkat, Ini Manfaat dan Risikonya
-
Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
-
Pernah Dipermalukan Timnas Indonesia, Curacao Cetak Sejarah Raih Poin Perdana di Piala Dunia 2026
-
Harga Oli dan Ban Naik Bikin Bengkel di Jatim Kalang Kabut, Kelas Menengah Ikut Terjepit
-
Hikayat Kadiroen: Mantri Polisi yang Memilih Antara Pangkat dan Rakyat
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
4 Shio yang Diramal Bernasib Baik pada Hari Ini 21 Juni 2026
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!