Indotnesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menyandang marga Sidabutar dalam upacara adat Batak di Lopo Hotel, Tomok, Samosir, Sumatera Utara, pada Sabtu (26/11/2022).
Pemberian marga tersebut termasuk dalam rangkaian kegiatan acara Tao Toba Heritage Fest yang dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh adat Batak dan masyarakat.
Lewat akun Instagram pribadinya @erickthohir, menteri berusia 52 tahun itu mengungkap rasa terima kasih dan bangga karena bisa menjadi bagian dari Bangso Batak.
“Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari Bangso Batak. Bangsa yang terkenal kaya akan budaya, memiliki banyak tradisi bersejarah, semangat kekeluargaan, dan pekerja keras,” tulisnya sebagai keterangan foto prosesi penyematan marga yang diunggahnya.
Dengan menyandang marga Sidabutar, ayah 4 anak ini secara resmi menjadi generasi ke-10 Sidabutar dari generasi ke-10 Raja Opung Buttu Sidabutar dan anak keempat dari Hari Boss Sidabutar.
“Hormat saya setinggi-tingginya untuk Amang Hari Boss Sidabutar yang telah menjadikan saya sebagai Keluarga. HORAS!” tutupnya dalam kolom keterangan.
Penasaran dengan apa itu marga Sidabutar? Simak penjelasannya di bawah ini.
Mengenal Marga Sidabutar
Asal usul silsilah marga Sidabutar berawal dari keluarga Tuan Sorbadijulu yang memiliki 2 orang putra, yaitu Raja Nabolon dan Raja Sitempang.
Baca Juga: Jadi Pemain Termahal Timnas Spanyol, Siapa Sosok Pedri?
Kemudian, Raja Nabolon mempunyai 5 putra, yakni Simbolon Tua, Tamba Tua, Saragi Tua, Muanthe Tua, dan Nahampun Tua serta satu boru Pinta Haomasan.
Anak kedua Raja Nabolon, yaitu Raja Tamba Tua boru Malau Pase memiliki keturunan yang dijuluki Raja Si Opat Ama.
Raja Si Opat Ama memiliki leluhur terkenal bernama Datu Parngongo yang pada zamannya populer disebut sebagai seorang datu sakti.
Datu Parngongo tersebut memiliki 7 orang putra, salah satunya Guru Sojoloan atau lebih dikenal dengan nama Guru Sitindion boru Lumban Gaol.
Perwakinan Guru Sitindion dengan Boru Luman Gaol dikaruniai empat putra yang dikenal dengan nama Toga Sidabutar, Toga Sijabat, Toga Sidari, dan Toga Sidabalok.
Silsilah keluarga semakin berkembang, ketika Toga Sidabutar sebagai putra pertama menikah dengan boru Pandiangan dan dikaruniai satu orang anak yang lahir diberi nama Raja Sidabutar.
Sayangnya, Toga Sidabutar meninggal saat istrinya sedang hamil sang anak.
Berdasarkan tradisi manghabia, istri yang ditinggal meninggal dunia oleh suami dan memiliki adik laki-laki belum menikah, maka istri tersebut akan dikawinkan dengan adik laki-laki suaminya.
Dalam cerita keluarga Toga Sidabutar juga demikian, sang istri dinikahkan dengan adiknya sebagai putra kedua Guru Sitindion.
Saat hamil anak ke-2, boru Pandiangan juga harus kembali kehilangan suaminya. Anak tersebut kemudian diberi nama Raja Sijabat.
Nasib yang sama juga dengan kedua abangnya juga dialami oleh Toga Siadari yang meninggal saat istri abangnya tengah hamil anak ke-3 dan diberi nama Raja Siadari.
Putra bungsu Guru Sitindion, Toga Sidabalok lantas mengawini boru Pandiangan sekaligus mengasuh anak abang-abangnya yang telah meninggal dunia.
Pernikahan Toga Sidabalok dan boru Pandiangan juga dikaruniai satu putra yang diberi nama Raja Sidabalok.
Anak-anak dari boru Pandiangan yang terdiri dari Raja Sidabutar, Raja Sijabat, Raja Sidari, dan Raja Sidabalok kemudian dijuluki dengan Raja Si Opat Ama, yaitu empat ama (bapak) satu ina (ibu) yang masing-masingnya merupakan putra dari empat laki-laki bersaudara tetapi satu rahim ibu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!
-
Pemprov Jateng Tegaskan Tak Ada Kenaikan Pajak Kendaraan 2026, Siap Beri Diskon 5 Persen
-
Sinopsis Film Something Very Bad Is Going to Happen: Teror Salah Menikah
-
Eks Striker Semen Padang Bruno Gomes Gabung Persis Solo, Misi Keluar dari Zona Merah!
-
Teror Cairan Kimia di Cempaka Putih: Saat Pelajar Jadi Korban Serangan Acak Teman Sebayanya
-
Film Ahlan Singapore: Kisah Cinta di Negeri Singa yang Menyentuh Hati
-
Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun
-
Luhut Sebut Prabowo Tak Bisa Diintervensi Terkait Evaluasi Izin Tambang Martabe
-
5 Rekomendasi Baju Cheongsam Anak Laki yang Keren dan Menggemaskan
-
7 Mobil Keluarga dengan Suspensi Paling Empuk: Mudik Nyaman, Penumpang Tenang