Indotnesia - Seorang pemuda di Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah nekat membunuh keluarganya karena sakit hati. Diketahui dia menghabisi nyawa korban dengan menggunakan racun arsenik. Apa itu?
Pelaku meracuni kedua orang tuanya, Abas Ashar (58 tahun) dan Heri Riyani (54 tahun) dan juga kakak kandungnya Dea Khairunisa (25 tahun) pada, Senin (28/11/2022). Pembunuhan dilakukan DD dengan cara mencampur zat kimia beracun yang diduga adalah arsenik ke dalam minuman keluarganya.
"Yang bersangkutan mengakui menggunakannya 2 sendok teh yang dicampur dalam teh dan kopi yang setiap pagi disajikan ibunya. Ketika ibunya keluar dari dapur, terduga pelaku memasukkan zat kimia (diduga arsenik) dengan cara mencampur,” kata Plt Kapolresta Magelang, AKPB Mochammad Sajarod Zakun seperti dikutip dari Suara.com.
Terkait hal tersebut, sebenarnya apa itu arsenik? Zat kimia yang menewaskan 3 orang keluarga di Magelang.
Melansir Healthline, arsenik adalah jenis karsinogen yang berwarna abu-abu, perak, atau putih dan sangat beracun bagi manusia terutama anorganiknya (buatan manusia).
Arsenik anorganik biasa terdapat di air minum, sedangkan yang organik ditemukan dalam makanan laut dan tidak terlalu berbahaya bagi manusia.
Senyawa ini tidak memiliki rasa atau bau sehingga menyebabkan seseorang dapat terpapar tanpa menyadarinya. Arsenik biasa digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan di bidang pertanian sebagai pestisida, herbisida, dan insektisida.
Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), terkena paparan arsenik anorganik dalam jangka panjang, terutama melalui air minum dan makanan dapat menyebabkan keracunan arsenik kronis.
Efek langsung yang muncul dari keracunan arsenik, yaitu muntah, sakit perut, dan diare. Gejala tersebut diikuti oleh mati rasa dan kesemutan pada ekstremitas, kram otot, bahkan dalam kasus yang ekstrem menyebabkan kematian.
Baca Juga: BTS Raih Daesang 5 Kali Berturut-turut, Berikut Daftar Pemenang MAMA Awards 2022 Hari Pertama
Oleh karena itu, jika terkena arsenik harus segera memeriksakan ke dokter atau ahli kesehatan. Apalagi jika terpapar dalam dosis yang tinggi.
Berita Terkait
-
Identitas Keluarga yang Tewas Diracun di Magelang: Ayah Pensiunan Kemenkeu, Anak Sempat Kerja di Bank
-
Sosok Anak Bungsu yang Racuni Keluarga di Magelang: DDS Dikenal Aktif, Pernah Daftar Akmil Tapi Gagal
-
5 Fakta Kematian Satu Keluarga di Mertoyudan, Dipicu Sakit Hati hingga Korban Alami Luka Bakar di Tenggorokan
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis di Senin Sore
-
Pasokan LPG 3 Kg Subsidi di Nanga Pinoh Lancar Jelang Imlek dan Ramadan 2026, Harga Rp21 Ribu
-
Indonesia Raja Pisang Dunia, Arif Satria Ungkap Kekayaan 16 Subspesies Liar Tanah Air
-
Imbas Konflik China-Jepang, Fans Dilarang Cosplay dan Beli Merch Conan
-
Trump Undang RI Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, Prabowo Datang?
-
5 Rekomendasi Baju Lebaran Gamis 2026, Tampil Stylish Tanpa Ribet
-
7 HP Rp4 Jutaan Saingan Redmi Note 15 Pro 5G dengan Kamera dan Baterai Gahar
-
Pasok 2.800 ton Beras untuk Jemaah Haji, Bulog Minta Bangun Gudang di Arab Saudi
-
4 Pilihan Tinted Lip Balm yang Bikin Bibir Plumpy dan Glossy Instan
-
Deru Gunung Karya Yasunari Kawabata: Potret Kehidupan dalam Sastra Jepang