Indotnesia - Belum lama ini ramai video yang memperlihatkan tradisi mengagetkan bayi dengan cara menggebrak-gebrakkan sapu dengan keras di sekitar bayi. Hal itu bertujuan agar bayi tidak kagetan.
Ternyata tak hanya itu, baru-baru ini juga muncul video tradisi mengagetkan bayi dengan cara melempar-lemparkannya ke atas dengan kasar. Momen tersebut dibagikan oleh akun TikTok @Edimulia99.
Dalam video itu seorang simbah bahkan nampak meletakkan bayi berbaju merah di atas bara api yang mengepul. Setelah itu, sang dukun menggendongnya dan menjunjung bayi ke atas dengan tinggi dan kasar.
Padahal, aktivitas menggerak-gerakkan bayi atau menimangnya secara kasar sudah dilarang. Hal itu, lantaran berbahaya bagi si kecil.
Namun, tradisi mengagetkan bayi agar tak mudah kaget masih kerap dijumpai. Pasalnya, bayi baru lahir memang kerap tiba-tiba bangun sendiri atau kagetan.
Lalu, kenapa bayi sering kagetan?
Penyebab bayi sering kaget yaitu akibat respon refleks yang dikenal dengan istilah reafleks moro.
Resfleks ini muncul saat bayi mendengar suara atau merasakan getaran atau perpindahan. Selain itu biasanya si kecil juga akan meregangkan tangan dan mengangkatnya ke atas.
Tak hanya itu, saat tertidur meski tak ada suara keras atau getaran bayi juga bisa kaget. Hal itu kemungkinan mimpi yang dialami bayi, terjatuh, diteriakkan, silau, atau lainnya.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Rayahan Gunungan Grebeg Syawal di Yogyakarta
Refleks ini muncul karena bayi belum bisa mengenali suara atau gerakan baru di sekitarnya. Makanya, si kecil jadi mudah merasa kaget.
Melansir The Asian Parent, refleks moro sangat wajar terjadi pada bayi bahkan tandanya motorik si kecil bekerja dengan baik.
Kondisi ini terjadi sejak bayi baru lahir dan akan perlahan menghilang pada usia 4-6 bukan saat sudah kuat mengangkat kepalanya.
Jadi, meski kondisi ini dapat mengganggu bayi saat tidur, tetapi berusaha keras untuk menghilangkan kaget dengan cara dikagetkan dengan kasar atau cara ekstrem lainnya tidak dianjurkan dan dapat menyebabkan pendarahan otak.
Sebagai gantinya cobalah untuk mendekap bayi dengan lembut, minimalisir suara bising, atau menimangnya secara perlahan. Namun, jika si kecil mengalami kagetan yang dirasa berlebihan, maka sebaiknya konsultasikan ke tenaga kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jadwal Imsak Bukittinggi Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung, Sukabumi dan Purwakarta Jumat 27 Februari 2026
-
Jadwal Imsak Blitar Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026
-
Jadwal Imsak Kota Padang Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026
-
Jadwal Imsak Bandar Lampung 27 Februari 2026, Lengkap Waktu Salat dan Niat Puasa
-
Dedi Mulyadi Semprot Aturan Sampah: Izin PLTSa 6 Tahun Baru Kelar, Tapi Rakyat Mau Dipidana
-
Jadwal Imsak Palembang 27 Februari 2026: Waktu Sahur & Buka Puasa Lengkap
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bogor, Depok dan Cianjur Jumat 27 Februari 2026
-
Jadwal Imsak Jakarta 27 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Tangerang, Serang dan Pandeglang Jumat 27 Februari 2026