/
Kamis, 29 Juni 2023 | 15:48 WIB
Ada sejumlah amalan yang bisa dilakukan setelah hHari Raya Idul Adha atau disebut hari tasyrik. (Freepik)

Indotnesia - Setelah Hari Raya Idul Adha banyak orang menyebutnya sebagai hari tasyrik. Pada hari ini pula disebut larangan berpuasa. 

Lantas, apa sebenarnya hari tasyrik? 

Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha (nahar) yaitu 11,12,dan 13 Dzulhijjah

Penamaan hari tasyrik mengacu pada kata tasyrik yang artinya menghadap ke arah timur (arah matahari bersinar). Hal itu mengacu pada hari-hari daging dipanaskan (dendeng) di bawah terik matahari. 

Pada hari ini pula menjadi batas terakhir penyembelihan hewan kurban. Selain itu, para jamaah haji yang beribadah sedang berada di Mina untuk melempar jumrah. 

Sementara, umat Muslim yang tidak sedang haji dilarang untuk berpuasa. Pasalnya, menikmati makanan dan minuman jadi salah satu amalan di hari tasyrik. 

Nah, bagi yang belum tahu apa saja, berikut sejumlah amalan hari tasyrik yang bisa kita kerjakan. 

1. Menyembelih hewan kurban

Berkurban merupakan amalan sunnah yang dilaksanakan bagi umat Islam yang mampu. Dengan berkurban, seseorang turut memberi kebahagiaan lewat daging kurban yang dibagikan. 

Baca Juga: Takut Makan Sate? Cobain Resep Tongseng Daging Kambing yang Empuk dan Lezat

2. Menikmati hidangan makan dan minum

Hari tasyrik menjadi larang berpuasa karena kita diminta untuk menikmati hidangan berupa makanan dan minuman sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan. 

Selain itu, amalan ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah SAW. 

“Hari-hari tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman."

3. Hari utama berdzikir dan bertakbir

Menurut Qur'an surah Al-Baqarah, Allah SWT berfirman:

Load More