Indotnesia - Kementerian Kesehatan menyatakan telah menemukan 7 kasus baru monkeypox atau mpox atau cacar monyet di Jakarta. Angka tersebut bertambah sejak satu kasus pertama terkonfirmasi pada pertengahan 2022.
Melansir pernyataan Kemenkes pada Senin (23/10/2023), pasien terkonfirmasi monkeypox adalah laki-laki usia produktif, yang didominasi usia 25-29 tahun dan 30-39 tahun.
Selain itu, 6 di antara pasien monkeypox merupakan Orang dengan HIV atau ODHIV dan biseksual.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu mengatakan seluruh pasien sedang menjalani perawatan intensif di ruang isolasi sejumlah rumah sakit di Jakarta. Perawatan tersebut dilakukan sampai luka mengering sempurna.
“Untuk kondisinya, semua baik dan stabil. Kita pantau secara ketat dan terus menerus. Saat ini kita juga sedang memonitor pihak-pihak yang melakukan kontak erat dengan pasien,” ucapnya.
Maxi membeberkan penyebab monkeypox yang diderita oleh para pasien, yakni faktor perilaku seks berisiko dengan munculnya beberapa gejala seperti:
- lesi dan ruam kemerahan
- demam
- pembesaran kelenjar getah bening
Baca Juga: Cuaca Panas Bisa Bikin Bibir Kering, Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya
- nyeri tenggorokan
- myalgia atau nyeri otot
- ruam
- sulit menelan
Monkeypox menular dari manusia ke manusia karena kontak langsung dengan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi. Saat ini, Kementerian Kesehatan melakukan sejumlah upaya seperti penyelidikan epidemiologi, pemantauan kondisi pasien, dan pemenuhan logistik antivirus khusus mpox.
Kemenkes juga bakal melakukan vaksinasi pada populasi paling berisiko. Kriteria penerima vaksin adalah pria yang melakukan hubungan seksual berisiko dengan atau tanpa status ODHIV.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Review Afire: Masterpiece Christian Petzold yang Penuh Subteks dan Emosi
-
Rachmat Gobel Wafat Tanpa Riwayat Penyakit, Putra: Kembali dalam Kondisi Paling Ideal
-
Oknum ASN Gresik Resmi Ditahan Usai Jual Mimpi Jadi PPPK Lewat SK Bodong
-
Prabowo: Jangan Lawan Kehendak Rakyat dengan Membiarkan Korupsi
-
Film Okay! Madam 2 Tayang 12 Agustus, Kapal Pesiar Jadi Medan Aksi Baru
-
Pajak Ecommerce Segera Berlaku, Siapa dan Apa yang Dipajaki?
-
5 Cara Sederhana Redakan Stres Kerja agar Tidak Burnout, Mudah Dilakukan!
-
Bukan Malas, Ini Alasan Logis Mengapa Generasi Sekarang Sulit Punya Rumah di Usia 25
-
JK di Pemakaman Rachmat Gobel: Kita Kehilangan Sosok yang Paham Masalah Bangsa
-
Menanti Duel Dua Generasi di Wimbledon 2026, Sanggupkah Novak Djokovic Redam Jannik Sinner?