/
Senin, 05 Desember 2022 | 15:43 WIB
Fadli Zon politisi Gerindra (Suara.com)

Suara Joglo - Tak ada kawan yang abadi dalam dunia politik. Ini mungkin yang terjadi antara Gerindra dan PKS pasca-Pilpres 2019 silam. Apalagi setelah Ketum Gerindra Prabowo Subianto masuk ke pemerintahan.

Sejak saat itu hubungan kedua partai ini tidak semesra dulu. Namun belakangan, menjelang Pilpres 2024 nanti, agaknya Gerindra dan PKS mulai 'lirik-lirikan' lagi. Pertanyaannya, akan kah kedua partai ini bersama lagi?

Politik masih dinamis, kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Oleh sebab itu, Ia berharap Partai Gerindra dan PKS kembali berkoalisi di pemilihan presiden 2024.

"Pertanyaannya, mudah-mudahan kita bisa bergabung lagi bersama-sama," kata Fadli Zon, baru-baru ini seperti dikutip dari suara.com.

Kedua partai memang sedang getol menjalin komunikasi politik dengan partai lain. PKS misalnya, beberapa waktu lalu melakukan penjajakan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Begitu juga dengan Gerindra. Lewat Prabowo, pimpinan partai ini sempat bertemu dengan sejumlah pimpinan dari partai lain, mulai dari PKB, PDI Perjuangan, dan partai lain.

Bahkan Gerindra dan PKB sudah hampir pasti melakukan koalisi pada Pilpres 2024 nanti. Ini setelah PKB hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerindra beberapa waktu lalu, meskipun belum ada kata sepakat dalam pencalonan presiden nanti.

Situasi ini memang menandakan kalau politik masih cair dan dinamis, seperti kata Fadli Zon. Ia menegaskan, karena situasi politik masih dinamis, maka segala kemungkinan masih dapat terjadi.

"Semua masih cairlah, maksudnya, masih belum bisa kita menentukan sampai mendekati waktu tenggatnya," kata Fadli Zon menambahkan.

Baca Juga: Pimpinan DPR Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Tawuran dan Gengster di Surabaya

Sementara itu Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan anggota partainya dan anggota PKS sering berkomunikasi, terutama di parlemen.

"Kalau rujuk kan (berarti) pernah cerai. Kita kan nggak pernah cerai. Namanya partai politik, kita semua berteman, komunikasi juga masih sering dilakukan," kata Dasco di Senayan, Senin (5/12/2022).

Dasco menilai pernyataan Fadli Zon mengenai harapan untuk koalisi tersebut hanya normatif.

"Kan Pak Fadli secara normatif menjawab kemungkinan itu semua terbuka. Nah bahwa kemudian ada pro dan kontra terhadap koalisi Gerindra dan PKS ya itu dinamika yang terjadi dan kita anggap biasa aja dalam dinamika politik ini," kata Dasco.

Saat ini, Partai Gerindra sudah berkoalisi dengan PKB. Sedangkan PKS, kemungkinan akan berkoalisi dengan Partai Demokrat dan Partai Nasional Demokrat.

Tetapi kedua kelompok partai belum mengumumkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. PKB dan Gerindra misalnya, belum ada kata sepakat soal pasangan capres-cawapres nanti.

Load More