Pegiat media sosial Permadi Arya atau sering dipanggil Abu Janda memberikan penjelasan perbedaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dengan Teroris di Indonesia.
Melalui akun Instgram @permadiaktivis2, Abu Janda mengunggah video untuk membedah perbedaan KKB dengan kelompok teroris.
Ia menyebut dua kelompok itu mempunyai misi yang berbeda. Namun sama-sama membahayakan negara Indonesia.
"Ada yang betanya pada saya, apa bedanya sparatis KKB di Papua dengan Teroris? di sini perbedaannya, teroris menggunakan kitab suci sebagai pembenaran aksi teror mereka," ucap Abu Janda dikutip pada Jumat (16/12/2022).
Ia mencontohkan Bom Bandung, pelaku menunjukan ayat suci dari Al Quran dan ditempel di motornya.
"Contohnya bom bandung pakai Al Quran surat Al Taubah ayat 29. "Perangi lah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah" untuk ngebom "musuh-musuh islam" Separatis KKB tidak pakai Kitab Suci mereka untuk pembenaran aksi teror," ujar Abu Janda.
Selain itu, kelompo teroris dengan jelas meneriakan takbir sebelum beraksi, semenatara KKB tidak.
"Teroris teriak takbir, teriak Allahu akbar sebelum melakukan aksi teror bom mereka. Seperatis KKB tidak teriak haleluya, tidak bawa-bawa agama dalam lakukan aksi teror mereka," ujar Abu Janda.
"Jadi jelas bedanya. Teroris melakukan aksi teros dengan alasan "membela agama" menurut mereka. Memerangi musuh-musuh islam (menurut mereka)."
Baca Juga: 4 Negara dengan Gelar Juara Terbanyak di Piala AFF, Thailand Mendominasi!
Ia menyebut, KKB melakukan aksi teror dengan misi ingin keluar dari Indonesia. Hal itu sama-sama berbahaya bagi negara.
"Sedangkan separtis KKB lakukan aksi teror karena ingin merdeka lepas dari Indonesia, bukan karena alasan agama. disitu bedanya," ujar Abu Janda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot