Puan Maharani berpotensi menjadi presiden Indonesia. Hal itu setidaknya diungkapkan oleh politisi Partai Gerindra Arief Poyuono merujuk pada Wahyu Makutoromo.
Dikutip dari channel YouTube Total Politik, Arief Poyuono mendedahkan Wahyu Makutoromo merupakan wahyu dai Tuhan yang diturunkan kepada seorang untuk memimpin Indonesia.
Ia menyebut, hanya ada 8 orang yang memiliki weton kelahiran sesuai yang termaktub dalam Wahyu Makutoromo.
"Dalam hitung-hitungan Jawa itu hanya 8 orang yang memiliki weton kelahiran sesuai dengan Wahyu Makutoromo," terangnya seperti dikutip Selasa (27/12/2022).
Berdasarkan kandidat capres yang saat ini beredar, nama Puan Maharani, Prabowo Subianto dan Airlangga Hartanto merupakan sosok yang menerima Wahyu Makutoromo.
"Prabowo dia menerima Wahyu Makutoromo, Puan bisa menerima Wahyu Makutoromo dan Airlangga bisa menerima Wahyu Makutoromo berdasar hari kelahiran," jelasnya.
Lalu bagaimana kans Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang masuk sebagai kandidat kuat di Pilpres 2024 mendatang?
Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan menurutnya tidak termasuk orang yang menerima Wahyu Makutoromo berdasar weton kelahiran. Yang dengan kata lain, peluang Ganjar dan Anies menurutnya tipis untuk jadi presiden.
"Ganjar tak termasuk sebagai weton kelahiran penerima Wahyu Makutoromo dan Anies juga tak termasuk," ungkapnya.
Baca Juga: Sempat Jadi Bahan Kritikan Luhut, KPK Beberkan Sepanjang 2022 Telah Lakukan 10 OTT
Ia mengklaim bahwa para presiden Indonesia sebelumnya adalah orang-orang yang menerima Wahyu Makutoromo berdasar weton lahir. Di antaranya Soekarno hingga Jokowi.
"Soekarno penerima, Soeharto penerima, SBY penerima dan juga Jokowi penerima Wahyu Makutoromo," urainya.
Wahyu Makutoromo adalah wahyu yang diturunkan dari langit untuk bekal para pemimpin dalam mengatasi kondisi.
Dimana banyak sedang terjadi bencana atau malapetaka yang akhirnya bisa menciptakan perdamaian dan keindahan dunia atau memayu hayuning Bawono.
Wahyu makutoromo diyakini turun saat bulan purnama dan di dalam ajaran hindu wahyu ini dikenal dengan istilah hasta brata.
Yaitu kondisi dimana berisi delapan laku seorang pemimpin yang baik yang mengikuti delapan sifat alam semesta.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali