/
Kamis, 05 Januari 2023 | 11:38 WIB
Pelatih Vietnam, Park Hang-seo (SUARA SEMARANG)

Suara Joglo - Laga Indonesia vs Vietnam di babak semifinal Piala AFF Mitsubishi Electric Cup 2022 leg pertama akan berlangsung di stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Jumat, (06/01/2023). Kick off pertandingan dijadwalkan pukul 16.30 WIB.

Jelang pertandingan, pelatih Vietnam, Park Hang-seo menghimbau kepada seluruh pihak keamanan yang berwajib untuk memberikan pengawalan yang ketat saat timnya berada di Indonesia.

Pasalnya pelatih asal Korea Selatan itu tidak mau anak asuhnya mengalami nasib seperti halnya tim Thailand pada babak penyisihan grup yang melakoni laga tandang ke Indonesia.

Di mana pada waktu itu, sepanjang jalan masuk ke stadion, bus yang di tumpangi tim Gajah Putih Thailand dipenuhi oleh suporter Indonesia sehingga mengganggu perjalanan dan ketertiban lalu lintas di area stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Kendati demikian Park Hang-seo mengungkapkan jika pihak federasi Vietnam mengajukan persyaratan keamanan kepada para pemainnya saat melakoni laga tandang ke Indonesia.

"Sebelumnya, VFF memiliki persyaratan untuk memastikan keamanan pemain kami dan semua tim tamu lainnya saat bermain di luar negeri," ujar Park Hang-seo dilansir dari akun Instagram @stadionlovers (05/01/2022.

Pelatih yang berhasil membawa perkembangan pesat di sepak bola Vietnam itu juga menyoroti sikap para pendukung yang menurutnya pasti ada fans fanatik yang bisa melakukan apa saja saat turnamen.

"Setiap turnamen pasti ada fans gila seperti itu. Kadang mereka bersikap berlebihan, tanpa alasan," imbuhnya.

Menurutnya, saat Vietnam melakoni laga tandang, tim tamu harus memiliki jaminan keamanan yang bagus, begitupun sebaliknya pada saat Indonesia datang ke negera mereka.

Baca Juga: Intip Bekas Rumah Dinas Ferdy Sambo Tak Terurus Pasca Yosua Dibunuh 8 Juli

"Saya tidak begitu tahu situasi Thailand seperti apa, tetapi jika demikian, maka Vietnam harus menanyakan masalah ini saat pergi ke luar negeri. Tim tandang membutuhkan perlindungan di Indonesia dan mereka datang ke Vietnam, kami akan memiliki tanggung jawab untuk melindungi mereka,"  ucapnya tegas.

Load More