/
Kamis, 05 Januari 2023 | 12:09 WIB
Potret Ekonom senior Rizal Ramli. ((Istimewa))

Suara Joglo - Perseteruan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Rizal Ramli (RR) kian ramai di media sosial. Warganet pun terbelah sikapnya terhadap kedua sosok itu.

Bicara Rizal Ramli, bukan kali ini saja sebenarnya Ia terlibat perseteruan dengan toko-tokoh di negeri ini. Sebelum Mahfud, Ia juga sempat terlibat perseteruan dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Kalau Mahfud MD menyebut Rizal Ramli kian ngawur dan bodoh, berbeda halnya dengan JK. Dalam artikel yang diunggah suara.com pada 2021 lalu, JK menyebut RR omongannya besar, menganggap diri pintar tapi tidak bisa memimpin orang.

Hal itu dibongkar JK dalam video yang diunggah oleh Karni Ilyas Club pada 6 November 2020. Awalnya, JK bercerita saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Presiden, Rizal Ramli memang pernah gagal menjadi Menteri BUMN dan Menteri Keuangan (Menkeu).

Pernyataan itu disampaikan Jusuf Kalla menanggapi soal pernyataan bahwa ia menghalang-halangi Rizal Ramli menjadi menteri. Namun, JK membantah telah melarang Rizal Ramli menjadi Menteri saat itu. Menurutnya, Rizal Ramli memang tidak pernah diperhitungkan oleh SBY.

Justru, kata Jusuf Kalla, Rizal Ramli saat itu kemudian ditawari menjadi Menteri Perindustrian namun Ia menolaknya. "Wah, Anda ini teman tapi tidak adil. Saya kan maunya Menteri Keuangan atau BUMN," kata Jusuf Kalla meniru Rizal Ramli, dikutip dari Terkini.id--jaringan Suara.com.

JK juga membeberkan mengapa Rizal Ramli tidak bisa diangkat menjadi Menteri Keuangan. Menurut dia, saat mendengar kabar bahwa Rizal Ramli akan menjadi Menkeu, ada 11 pejabat dari Kementerian Keuangan yang mendatanginya dan mengancam akan mundur.

Jusuf Kalla mengatakan telah menanyakan mengapa para pejabat itu menolak Rizal Ramli menjadi Menkeu. Mereka mengatakan kalau Rizal Ramli tidak mengerti persoalan dan suka marah-marah hingga menyebut orang dengan nama binatang.

"Jadi, Rizal ini mungkin pintar tapi tidak bisa pimpin orang," kata Jusuf Kalla menambahkan.

Baca Juga: Gerindra Yakin Partai di DPR Bisa Urun Pendapat ke MK, Sampaikan Tetap Proporsional Terbuka

Ia lalu menyinggung soal Rizal Ramli yang sempat diangkat sebagai Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia pada periode pertama Presiden Joko Widodo.

"Nah, waktu zamannya Jokowi, tidak pernah diperhitungkan juga. Hanya karena kasihan Pak Luhut yang datangi terus, ya akhirnya jadi Menko, itupun hanya 10 bulan," ujarnya.

Menurut Jusuf Kalla, jabatan itu singkat karena para menteri tidak mau menghadiri rapat jika ada Rizal Ramli. "Tidak ada yang hadir kalau dipanggil rapat, hanya dikirim Dirjennya saja," ujarnya.

"Karena tidak bisa pimpin orang. Jadi, ngomongnya besar, menganggap diri pintar, tapi tidak bisa pimpin orang," kata dia menegaskan.

Giliran Mahfud MD

Terbaru perseteruan dengan Menkopolhukam Mahfud MD. Mantan Ketua MK itu juga geram dengan Rizal Ramli. Asal muasal konfrontasi keduanya ini gara-gara RR yang mengkritik keras Mahfud MD dalam sebuah artikel.

Rizal Ramli menyebut kalau Mahfud pernah mengatakan kalau setiap orang yang masuk kekuasaan bakal menjadi iblis. Omongan itu, menurutnya merupakan penghinaan terhadap tokoh besar dan pejuang Indonesia.

Artikel tersebut lah yang kemudian memicu kegeraman Menkopolhukam. Dalam artikel itu, Rizal Ramli mengkritik keras Mahfud dengan menyebut intelektual mantak Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu merosot, luntur di mesin cuci kekuasaan.

Mahfud MD kemudian meresponnya lewat cuitan di Twitter. Ia menyebut Rizal Ramli semakin ngawur dan bodoh. Pernyataannya juga menunjukkan kegoblokan.

"Ternyata Rizal Ramli ini makin ngawur dan bodoh. Tunjukkan, kapan sy bilang bhw setiap orang yg masuk kekuasaan menjadi iblis. Gobloklah pernyataan tsb. Kapan dan dimana sy bilang bgt?. Ayo. Sy bilangnya bukan bgt lah tp begini | Konfrontasi," tulisan Mahfud dalam akunyya @mohmahfudmd.

Warganet juga agaknya tak ingin kedua tokoh besar itu berseteru. Warganet kemudian ramai-ramai mendamaikan. Misalnya akun @ChoirulAnwar999 yang menulis cuitan begini:

"Pak Mahfud dan Pak RR, mestinya tidak usah saling berkata yang tidak baik, berkolaborasi aja!. Sampai saat ini kalian berdua masih diperlukan negara karena integritas dan sikap Anda."

Nasihat warganet itu kemudian direspons oleh Mahfud MD: "Sorry deh. Rizal Ramli yg duluan mengolok sy dgn kasar tp tanpa data. Hampir tiap hr dia mengolok org lain dgn kasar tp didiamin sj. Yg mau membalik serangan dia, dlm catatan sy, adalah Pak JK dan saya. Sesekali perlu dilawan dgn cara yg setara agar tak menyesatkan orng lain."

Kemudian akun @ant1cebong bertanya kepada Mahfud MD soal artikel di republika pada 2013 sialm, ketika Mahfud mengatakan Malaikat Masuk ke Sistem Indonesia pun Bisa Jadi Iblis.

Mahfud membenarkan pernyataannya di Republik. Namun konteks artikel itu berbeda sekali dengan narasi kritikan Rizal Ramli. Artikel itu, kata Mahfud, merupakan pendapatnya soal Sistem Pilihan Kepala Daerah (Pilkada).

"Berita REPUBLIKA itu betul. Utk apa disimasi? Isinya soal pilkada, bnyk kepala daerah yg korup spt iblis krn sistem pilkadanya. Itu yg benar, tp Rizal R, menuding sy bilang bhw orang yg masuk ke kekuasaan jd iblis. Itu pernyataan sesat dan tak bisa dibiarkan.  Hrs dikritik balik," tulis @mohmahfudmd.

Load More