Suata Joglo - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini memang beragam. Pengurusnya kader multipartai. Ada yang kader PKB, PDIP, Golkar dan PPP. Namun mereka bukan pengurus harian partai, hanya kader semata.
Meskipun begitu, menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 nanti, termasuk Pilpres, politisi NU dilarang membawa-bawa lembaga NU. Kampanye juga dilarang membawa bendera NU, termasuk tidak boleh di kantor NU.
Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. Keragaman backgroud politik ini memang benar-benar terasa di PBNU. Gus Yahya sendiri misalnya, terang-terangan mengaku kader PKB.
Ia lantas menyebut Nusron Wahid sebagai kader Golkar. Kemudian anggota DPR dari PDIP Nasyirul Falah. Berikutnya aktivis PPP Choirul Saleh Rasyid.
Pengakuan itu dia sampaikan saat silaturahmi dengan pengurus anak cabang dan ranting NU Cabang Jember dan Kencong, di Aula PB Sudirman, Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (10/1/2023).
Yahya mengatakan, semua kader NU boleh berpolitik. Tapi intinya tidak boleh memakai lembaga NU.
"Kampanye partai jangan bawa-bawa NU, jangan bawa-bawa lembaga NU. Jangan di kantor NU, jangan bawa bendera NU untuk kampanye partai. Selebihnya terserah," katanya.
"Sampeyan (Anda) mau ikut partai mana saja terserah. Nanti kalau PBNU butuh titip, ya nanti kita ngomong titip. Sekarang kan belum. Nitip masak nggak boleh. Tapi tidak boleh pakai lembaga: apakah itu kantor, bendera, simbol-simbol NU, jangan," kata Yahya.
Menurut Gus Yahya, hal ini sudah jadi skema yang jelas dalam organisasi NU. Misalnya, kata dia, tidak boleh pengurus harian NU merangkap jadi pengurus harian partai politik.
Baca Juga: Fakta-fakta Kemunculan 'Pulau Baru' di Tanimbar Usai Gempa Maluku, Ini Penjelasan BMKG
"Jelas to iki? Tapi kalau pengurus harian NU aktivis partai, boleh. Anggota DPR jadi pengurus NU, boleh. Asal bukan pengurus harian di partai. Itu saja. Jelas to ini," kata Yahya.
Makanya tidak masalah kalau dalam kepengurusan PBNU ada anggota atau kader partai politik. "Tidak apa-apa. Boleh. Ada yang PKB, Yahya Cholil Staquf (dirinya sendiri)," katanya.
"Saya bukan pengurus harian kok. Tidak masalah. Jadi NU ya NU, partai ya partai. Tidak dicampur-campur. Nanti kalau saya ikut nitip, nanti saya ngomong. Kan saya yang nitip, bukan PBNU," kata Yahya, disambut tepuk tangan meriah.
Usai acara, kepada wartawan, Gus Yahya menegaskan kembali sikap tersebut. "Terserah. Orang bebas mau ikut partai politik mana saja. Memilih bebas. Yang penting negara selamat. Jangan sampai menciptakan ancaman terhadap keselamatan negara," katanya.
Berita Terkait
-
NU Dirikan BUMNU Rp 12-15 Miliar, Gus Yahya: Ini Bukan Miliknya Erick Thohir!
-
Partai Ummat Berulah Bentangkan Bendera Parpol di Masjid, Ditegur Bawaslu hingga PBNU
-
Sangat Berbahaya, Ketum PBNU Minta Jangan Pakai Rumah Ibadah Buat Kampanye Politik
-
Wanti-wanti Gus Yahya Ke Para Politisi: Safari Ke Pesantren Boleh, Tapi Jangan Pakai Nama NU
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai