Pertemuan Surya Paloh dengan Luhut Binsar Pandjaitan di London beberapa waktu lalu masih menyisakan spekulasi beragam. Salah satunya datang dari pengamat politik Refly Harun.
Dikutip dari channel YouTubenya, Refly Harun meyakini bahwa pertemuan antara Surya Paloh dan Luhut Binsar Pandjaitan di London bukanlah pertemuan biasa sekadar makan.
Ia menduga pertemuan itu terkait masa depan Anies Baswedan yang sebelumnya telah dicalonkan sebagai bakal capres dari Parta NasDem.
Melalui videonya, Refly Harun menduga kontestasi Pilpres 2024 berpeluang hanya akan diikuti dua pasang calon saja. Hal itu dimungkinkan terjadi bila tak ada deal atau kesepakatan yang tercipta dari pertemuan di London itu.
Tapi bila kesepakatan tercipta, besar kemungkinan akan ada tiga pasangan yang akan bertarung di Pilpres 2024 mendatang. Di mana Anies Baswedan menjadi salah satu kandidatnya.
"Menurut saya skenario umumnya adalah tiga paslon yakni Anies-AHY, Prabowo Puna dan Ganjar serta mungkin bisa Sandiaga Uno atau juga Airlangga Hartanto. Itu skenario tiga pasangan," ungkapnya.
Nah, bila tak ada kesepakatan yang didapat dalam pertemuan di London antara Surya Paloh dengan Luhut Binsar Pandjaitan, besar kemungkinan Anies Baswedan batal jadi capres.
Ini bisa terjadi sebab, Demokrat akan diiming-imingi AHY sebagai cawapres jika bergabung dengan KIB. Sedangkan Cak Imin dilarang merapat ke NasDem.
"Tak bisa juga jadinya dua pasangan. Prabowo dan Puan, Ganjar dan AHY. Anies hilang karena Demokrat ditarik dalam kubu KIB. Cak Imin dilarang untuk gabung ke NasDem seandainya deal antara Surya Paloh dan Luhut Binsar Pandjaitan tak terjadi," katanya.
Baca Juga: Giliran Guntur Romli Disikat, Benarkah Pernah Sebut Anies Firaun? Begini Faktanya
Hal hampir senada juga sempat diungkapkan kader Partai Demokrat Zulfan Lindan.
Menurut analisisnya, bahwa pertemuan itu ada kemungkinan membicarakan perihal hubungan Surya Paloh yang kini rumornya merenggang dengan Jokowi pascadeklarasi NasDem yang mencalonkan Anies Baswedan sebagai calon presiden untuk 2024. Sebab menurut Zulfan, Surya Paloh bukan tipe yang bisa jauh dari presiden.
"Karena pak Surya Paloh ini meski kalau pidato tidak ada persoalan tapi batin kan pasti ada persoalan. Terutama persoalan bagaimana dia yang dekat dengan Pak Jokowi ada jarak, bagaimana biasanya bila ditelpon baru kring sudah diangkat, tiba-tiba 10 kali pun sekarang tak diangkat," ceritanya.
"Bang Surya ini bukan tipe aktivis dari bawah, beda. Kalau orang pergerakan diabaikan presiden biasa saja tapi orang tipe seperti Surya Paloh ndak siap saya tahu betul ndak siap dijauhi presiden. Mungkin bilang ke Peter untuk mempertemukan dengan Opung Luhut, mungkin ya, politik itu kan penuh dengan kemungkinan. Nah yang tau ini kan orang itu bertiga, tapi kalo saya lihat bagaimana membuka hubungan kembali antara Surya Paloh dengan Jokowi," dugaannya.
Ia menyebut bila benar Surya Paloh tengah berupaya memperbaiki hubungannya dengan Jokowi, skenario terburuknya adalah Anies Baswedan batal dicalonkan sebagai capres.
"Di media sosial ada yang bilang Surya Paloh siap melepas Anies Baswedan asal yang minta Jokowi, ini aneh. Karena Pak Jokowi tak mungkin minta itu, dan Surya Paloh tanpa diminta pun bisa belok karena Demokrat hingga saat ini belum selesai," ungkapnya.
"Mungkin ini kata Surya Paloh 'Saya tidak mencalonkan Anies mendukung Anies bukan saya yang mau tapi dari segi threshold tidak mencukupi, meski sebetulnya jalan untuk mencukupi ada asal mencalonkan AHY jadi wapres, tapi kan sampe hari ini kan keras tidak AHY dan dari awal soal Wapres diserahkan Anies, padahal dia tidak bisa memutuskan sampai sekarang. Nah kemungkinan Anies dibuat bagaimana caranya tidak bisa maju. whaini deal nya luar biasa kan," ungkapnya.
Bila Anies Baswedan tak jadi diusung, jalan Surya Paloh mendekat ke istana bakal lebih mudah, meski tentu takkan seerat dahulu.
"Kalo Anies ngga maju Surya Paloh bisa mendekat ke Istana. Kalau dia mau mendekat ke Jokowi ya harus dilakukan (meninggalkan Anies). Buat Surya Paloh yang penting menyelamatkan diri dululah. Anies itu soal kedua, kecuali Anies bisa betul-betul menang. Sebab sekarang dia lihat makin jauh ini Anies menjadi capres, situasi politik saat ini dilihat ada pertemuan Demokrat dengan Gerindra, kemudian PKS juga begitu, ini makin jauh ini jaraknya beberapa partai dengan NasDem. Ini yang membuat dia makin ragu dengan pencapresan Anies ini," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Magetan, Pengedarnya Diduga Pria Asal Bojonegoro
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?