Suara Joglo - Enggak ada jeranya para penggemar minuman keras oplosan ini. Seperti dialami dua remaja asal Kabupaten Jember Jawa Timur ( Jatim ), yang tewas setelah mengonsumsi miras oplosan.
Keduanya berasal dari Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung. Mereka pindah alam alias meninggal dunia setelah meminum alkohol 70 persen dicampur dengan Adem Sari, ExtraJoss dan Kuku Bima.
Pesta miras oplosan ini juga menyebabkan tujuh pemuda lainnya harus mendapatkan perawatan serius di rumah sakit setempat. Sampai sekarang kasus ini masih didalami oleh kepolisian.
Pesta miras oplosan ini digelar di rumah salah satu warga usai acara hajatan. Tepatnya, lokasinya di rumah Pak Hamidin, Senin (6/3/2023) malam.
"Anak-anak muda itu kumpul-kumpul lalu minum-minum," kata Kepala Kepolisian Sektor Ajung Inspektur Satu Idham Kholid, dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Rabu (8/3/2023).
Usai menenggak minuman keras, mereka pulang ke rumah masing-masing. "Seharian penuh mereka tidur. Namun pada Selasa, mereka mual-mual. Sebagian kemudian dirujuk ke rumah sakit," kata Idham.
Kondisi sebagian dari mereka makin memburuk. AH (33) meninggal dunia di Puskesmas Ajung, Rabu (8/3/2023), pukul delapan pagi. "Siangnya YM (41) meninggal di Klinik PTPN X Ajung," kata Idham.
Sementara itu tujuh korban lainnya berinisial KAY (23), RC (40), MAY (36), MAI (24), Fr (33), ENC (23), dan ARP (22) masih dirawat di klinik PTPN X. KAY sudah dirujuk ke RSD dr. Soebandi. “Ada yang akan dirujuk ke rumah sakit,” kata Idham.
Polisi masih menyelidiki kasus itu. Namun, menurut Idham, ada indikasi YM yang membawa minuman keras tersebut.
Baca Juga: Lucinta Luna Ucapkan Selamat Hari Perempuan Internasional, Netizen Malah Serang Identitas Gendernya
"Kami masih belum bisa memeriksa mereka. Sementara ini kami baru meminta keterangan dari tuan rumah. Katanya, mereka di pinggir jalan, setelah itu pulang," katanya menambahkan.
Berita Terkait
-
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Miras Oplosan Tewaskan 3 Pelajar di Makassar
-
4 Fakta Pelajar Dicekoki Miras Oplosan Alkohol 96 Persen sampai Tewas, Pelaku Ditangkap Usai Kisahnya Viral
-
Korban Selamat Pesta Miras Oplosan di Makassar Klarifikasi Video Penganiayaan
-
Kasatreskrim: Orang Tua Pelaku yang Cekoki Pelajar Dengan Miras Bukan Polisi
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?