/
Rabu, 15 Maret 2023 | 15:05 WIB
Bawaslu Bondowoso dapat pendidikan ala militer (Timesindonesia.co.id)

Suara Joglo - Semua tahu, bukan cuma kerja KPU yang berat, melainkan kerja badan pengawas pemilu (Bawaslu) juga. Namun apa itu alasannya sampai membuat Bawaslu Bondowoso ini harus menjalani pendidikan ala militer?

Ternyata jawabannya tidak. Ratusan pengawas Pemilu tingkat desa dan kelurahan atau PKD di Kabupaten Bondowoso, itu memang sengaja disisipi pelatihan bela negara. Pendidikan ini masuk dalam Bimtek yang digelar sejak Senin (14/3/2023) kemarin.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bondowoso Ahmad Basori, mengatakan ratusan peserta mendapatkan materi wajib soal pengawasan dari Komisioner Bawaslu. Selain itu kata dia, Anggota PKD dari sejumlah kecamatan juga mendapatkan materi bela negara.  

"Kegiatan ini dibagi dua sesi. Sesi pertama ini ada 165 peserta dari 16 kecamatan," kata dia, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id jejaring media suara.com, Rabu (15/3/2023).

Menurutnya, mereka dilatih kedisiplinan layaknya TNI. Bahkan jadwal istirahat dan waktu makan ditentukan.

"Juga diberikan materi wawasan kebangsaan, pendidikan asah manajemen waktu, asah solidaritas antar sesama, asah mental serta penanaman loyalitas kepada korps," jelas dia.

Adapun untuk materi peningkatan kapasitas kata dia, diisi langsung oleh kelima Komisioner Bawaslu.

Meliputi nilai dasar pengawasan Pemilu, kewenangan dan kewajiban PKD, penanganan pelanggaran Pemilu dan materi wajib lainnya.

"Pelatihan fisik pun juga dilakukan, seperti pelatihan baris berbaris hingga gerakan senam untuk menjaga kebugaran tubuh PKD yang senantiasa bekerja penuh waktu," paparnya.

Baca Juga: Perjalanan Kasus Henry Surya, Ditetapkan Lagi Jadi Tersangka Pencucian Uang Usai Divonis Lepas

Ditambahkan Koordinator Divisi SDM Organisasi Diklat Bawaslu Bondowoso, Ridwantoro, bahwa kegiatan peningkatan kapasitas PKD disertakan materi bela negara untuk memperkuat integritas dan mental para PKD.

Menurutnya, integritas dan mental baja merupakan bekal utama yang harus tertanam kuat dalam jati diri PKD. 

"Mengingat cobaan dan tantangan seperti intimidasi saat menjalankan tugas bisa saja terjadi kepada PKD," ujarnya menambahkan.

Menurutnya, PKD adalah ujung tombak yang suatu saat nanti bisa jadi di lapangan mengalami tekanan, khususnya saat pelaksanaan. 

"Materi bela negara kami sisipkan berdasarkan diskusi sehingga dipandang perlu menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan nilai-nilai patriotisme kepada PKD agar bisa memunculkan integritas yang lebih baik lagi," ujarnya.

Load More