Suara Joglo - Semua tahu, bukan cuma kerja KPU yang berat, melainkan kerja badan pengawas pemilu (Bawaslu) juga. Namun apa itu alasannya sampai membuat Bawaslu Bondowoso ini harus menjalani pendidikan ala militer?
Ternyata jawabannya tidak. Ratusan pengawas Pemilu tingkat desa dan kelurahan atau PKD di Kabupaten Bondowoso, itu memang sengaja disisipi pelatihan bela negara. Pendidikan ini masuk dalam Bimtek yang digelar sejak Senin (14/3/2023) kemarin.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bondowoso Ahmad Basori, mengatakan ratusan peserta mendapatkan materi wajib soal pengawasan dari Komisioner Bawaslu. Selain itu kata dia, Anggota PKD dari sejumlah kecamatan juga mendapatkan materi bela negara.
"Kegiatan ini dibagi dua sesi. Sesi pertama ini ada 165 peserta dari 16 kecamatan," kata dia, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id jejaring media suara.com, Rabu (15/3/2023).
Menurutnya, mereka dilatih kedisiplinan layaknya TNI. Bahkan jadwal istirahat dan waktu makan ditentukan.
"Juga diberikan materi wawasan kebangsaan, pendidikan asah manajemen waktu, asah solidaritas antar sesama, asah mental serta penanaman loyalitas kepada korps," jelas dia.
Adapun untuk materi peningkatan kapasitas kata dia, diisi langsung oleh kelima Komisioner Bawaslu.
Meliputi nilai dasar pengawasan Pemilu, kewenangan dan kewajiban PKD, penanganan pelanggaran Pemilu dan materi wajib lainnya.
"Pelatihan fisik pun juga dilakukan, seperti pelatihan baris berbaris hingga gerakan senam untuk menjaga kebugaran tubuh PKD yang senantiasa bekerja penuh waktu," paparnya.
Baca Juga: Perjalanan Kasus Henry Surya, Ditetapkan Lagi Jadi Tersangka Pencucian Uang Usai Divonis Lepas
Ditambahkan Koordinator Divisi SDM Organisasi Diklat Bawaslu Bondowoso, Ridwantoro, bahwa kegiatan peningkatan kapasitas PKD disertakan materi bela negara untuk memperkuat integritas dan mental para PKD.
Menurutnya, integritas dan mental baja merupakan bekal utama yang harus tertanam kuat dalam jati diri PKD.
"Mengingat cobaan dan tantangan seperti intimidasi saat menjalankan tugas bisa saja terjadi kepada PKD," ujarnya menambahkan.
Menurutnya, PKD adalah ujung tombak yang suatu saat nanti bisa jadi di lapangan mengalami tekanan, khususnya saat pelaksanaan.
"Materi bela negara kami sisipkan berdasarkan diskusi sehingga dipandang perlu menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan nilai-nilai patriotisme kepada PKD agar bisa memunculkan integritas yang lebih baik lagi," ujarnya.
Berita Terkait
-
Jejak Mengguncang Partai Prima: Menang Gugatan Tunda Pemilu hingga Gugat KPU Lagi
-
Jalani Sidang Perdana di Bawaslu Besok, Partai Prima Boyong 7 Barang Bukti Dugaan Pelanggaran Administrasi KPU
-
Kembali Lawan KPU dalam Sidang Bawaslu, Prima akan Hadirkan Dua Saksi dan Barang Bukti
-
Tidak Lolos Verifikasi, Prima Lapor ke Bawaslu Lagi, KPU: Mengada-ada
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
KPK Soroti Usulan Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan, Efektivitas Jadi Pertimbangan
-
Persib Pecundangi Persija, Tapi Kehabisan Napas Jelang Lawan Persebaya
-
Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya