Suara Joglo - Apa saja kitab karya-karya Kiai Hasyim Asyari? Banyak. Kitab-kitab ini semuanya masih bisa dilihat dan dibaca di perpustakaan pondok pesantren yang didirikannya, Ponpes Tebuireng Jombang Jawa Timur ( Jatim ).
Hadratussyaikh Kiai Hasyim Asyari merupakan salah satu pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU). Selain aktif berorganisasi, Mbah Hasyim--sapaan murid-muridnya--juga dikenal produktif.
Jumlah buku dan kitab-kitab karangannya mencapai belasan. Dan sampai sekarang kitab-kitab itu masih tersimpan di perpustakaan Tebuireng Jombang. Meskipun beberapa di antaranya merupakan salinan semata.
Kitab-kitab itu diperlihatkan oleh petugas perpustakaan Tebuireng Adlan Jupri (50) pada Jumat (24/3/2023). Jupri memegang kitab itu sangat hati-hati. Dia membuka lembar demi lembar, memperlihatkan tulisan di atas kertas yang warnanya menguning.
Tulisan tersebut menggunakan tinta warna hitam. Sangat rapi. Masih bisa terbaca dengan jelas. Karena usianya sudah ratusan tahun, tidak semua kitab kondisinya utuh. Ada yang sudah berlubang karena dimakan usia. Ada juga yang dalamnya utuh, tapi sampulnya mulai keropos.
Kitab-kitab itu isinya beraneka macam. Tentang hadis, fiqih, serta tentang doa-doa. Bahkan ada juga Alquran tulisan tangan yang dulu dipakai Mbah Hasyim mengaji.
Lalu, ada juga tulisan aksara jawa. Lagi-lagi semunya masih tersimpan rapi dan masih bisa dibaca. Pada bagian lain, Jupri juga menunjukkan buku harian Mbah Hasyim. Ditulis menggunakan huruf arab pegon.
"Total karya Mbah Hasyim yang ada di perpustakaan ini sebanyak 18 kitab. Dari jumlah itu, ada satu buku harian," kata Kepala IT Perpustakaan Tebuireng ini, dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.
Jupri mengungkapkan, bahan kitab tersebut bukan hanya dari kertas. Tapi juga ada yang berbahan kulit lembu. Kertas tersebut kondisinya berminyak. Lalu, ada juga kitab yang berbahan kertas eropa. Setiap lembar sangat tebal. "Eropa itu kalau tidak Inggris ya Jerman. Kertasnya tebal," kata Jupri.
Baca Juga: Mau Mudik ke Sumatera Via Pelabuhan Merak? Cek Tarif Penyeberangan Merak-Bakauheni
Seluruh kitab itu disimpan di almari khusus di perpustakaan Tebuireng. Ruangan untuk menyimpan dokumen kuno itu dingin tetapi tidak lembab. Suhunya antara 25 sampai 28 derajat celcius. Selain itu, agar awet, juga kita semprot menggunakan wewangian.
Salah satu kitab itu berjudul Adabul Alim Wal Muta’allim. Di kalangan pesantren, kitab karya Mbah Hasyim itu sangat populer. Bahkan kitab ini juga dikaji berbagai kampus di nusantara, baik sebagai referensi mata kuliah, seminar, skripsi, maupun tesis. Bahkan beberapa madrasah mewajibkan para santrinya mempelajari Adabul Alim Wal Muta’allim.
Adabul Alim Wal Muta’allim artinya etika orang berilmu dan pencari ilmu. Pada bagian pertama, kitab ini membahas tentang keutamaan ilmu, keutamaan belajar, dan mengajarkannya.
Bagian kedua membahas tentang etika seorang dalam tahap pencarian ilmu. Bagian ketiga membahas tentang etika seseorang ketika sudah menjadi alim atau dinyatakan lulus dari lembaga pendidikan.
Buku Harian Mbah Hasyim
Dokumen tulisan tangan KH Hasyim Asyari ini berhasil dikumpulkan pihak pesantren sejak tahun dua ribuan. Sebelumnya naskah otentik dan buku-buku itu terpisah. Ada yang dibawa santri, ada pula yang tersimpan di rumah putra maupun cucu dan cicit Mbah Hasyim.
Berita Terkait
-
Hilal Terlihat di Pantai Galesong Sulawesi Selatan, Awal Ramadhan NU dan Muhammadiyah Akan Bersamaan
-
Ikut Uji Kelayakan Bakal Caleg, Susno Duadji Ungkap Sudah Jadi Bagian dari PKB dan NU Sejak Lahir
-
Beda Penentuan Tanggal Ramadhan NU dan Muhammadiyah
-
Silaturahmi ke PBNU, Dirjen Pajak Suryo Utomo Ajak Rakyat Bayar Pajak
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Masuk Kerja Lagi Setelah Lebaran? Ini 7 Cara Melawan 'Magical' Biar Nggak Malas Gerak
-
Bank Sumsel Babel Ingatkan Bahaya Modus Penipuan Pasca Lebaran, Ini yang Harus Diwaspadai
-
Prancis vs Brasil: Panggung Pembuktian Kylian Mbappe Sebelum Piala Dunia 2026
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Hindari Macet Tol Cipali Malam Ini, Pemudik Disarankan Keluar di Cirebon dan Lewat Pantura
-
Keluhan Pemudik Asal Bogor, Terjebak Macet Horor di Tol Cipali Malam Ini
-
'Mau Abang Culik?', Bocoran Chat Oknum Kader HMI yang Dikaitkan dengan Dugaan Pelecehan
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Abdul Wahid Disidang, Publik Singgung Dinamika Politik Senggol SF Hariyanto
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak