/
Selasa, 18 April 2023 | 11:58 WIB
Momen kedekatan Presiden Jokowi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan kunjungan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin (10/4/2023). ([ANTARA])

Memori masyarakat dan pencinta sepak bola masih terngiang terkait pembatalan Timnas Indonesia sebagai  tuan rumah Piala Dunia U-20.

Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang sebelumnya dituding jadi biang gagalnya Indonesia mentas di Piala Dunia U-20, justru mengalami peningkatan elektabilitas.

Menurut hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), nama Ganjar Pranowo menduduki peringkat pertama dalam survei tersebut dengan perolehan 26,8 persen suara.

Sementara di peringkat kedua muncul nama Ketum Gerindra, Prabowo Subianto dengan perolehan 25,4 persen suara. Urutan ketiga dengan perolehan 16,7 persen suara adalah Anies Baswedan.

Pada urutan keempat, nama Ridwan Kamil masuk dalam survei dengan perolehan 13,8 persen. Urutan kelima adalah Mahfud MD dengan perolehan 4,1 persen dan AHY sebanyak 2,1 persen.

Unggulnya Ganjar dalam survei yang dilakukan SMRC, terjadi karena beberapa pendukung Ganjar serta loyalin Jokowi kembali. Pengamat politik Adi Prayitno menyebutkan bahwa mereka cepat untuk melupakan dan memaafkan Ganjar.

"Pemilih kita itu cukup cepat melupakan, memang cepat marah tapi cukup cepat untuk memaafkan. Banyak kejadian baik dari elit politik dan calon yang dibenci dan dibully. Tetapi setelah itu publik lupa dan kembali dipilih," ungkap Adi dikutip dari Suara.com, Selasa (18/4/2023).

Bukan hanya memaafkan tokoh politik, momen saat Ganjar Pranowo bertemu Presiden Jokowi di Solo, menepis isu bahwa keduanya mengalami keretakan.

Kondisi itu yang akhirnya menjadi momen penting para pendukung Jokowi yang kembali melihat Ganjar sebagai sosok pemimpin mumpuni.

Baca Juga: Loyalis Ganjar Pranowo Sentil Anies Baswedan yang Kini Bergelar Ustaz: Jadi Apa Aja Terserah Pokoknya Jangan Jadi Tuhan Aja

Di sisi lain, ketegasan Ganjar untuk  menolak Israel bermain di Indonesia juga menjadi faktor penentu naiknya elektabilitas Gubernuer berambut putih itu.

Ganjar dianggap bertanggungjawab dengan pernyataannya setelah menolak Israel bermain di Indonesia. Hal itu mendapat simpati para pemilih atas ketegasan yang dilakukan Ganjar.

"Dia berani menghadapi pernyataannya yang blunder. Itu yang bisa jadi menjadi nilai positif di mana dia mau menanggapi dengan tudingan, bully serta kritikan dari publik. Jadi kalau dihadapi dengan baik, ditanggapi dengan baik secara pelan masyarakat jadi simpati," katanya.

Load More