Memori masyarakat dan pencinta sepak bola masih terngiang terkait pembatalan Timnas Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang sebelumnya dituding jadi biang gagalnya Indonesia mentas di Piala Dunia U-20, justru mengalami peningkatan elektabilitas.
Menurut hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), nama Ganjar Pranowo menduduki peringkat pertama dalam survei tersebut dengan perolehan 26,8 persen suara.
Sementara di peringkat kedua muncul nama Ketum Gerindra, Prabowo Subianto dengan perolehan 25,4 persen suara. Urutan ketiga dengan perolehan 16,7 persen suara adalah Anies Baswedan.
Pada urutan keempat, nama Ridwan Kamil masuk dalam survei dengan perolehan 13,8 persen. Urutan kelima adalah Mahfud MD dengan perolehan 4,1 persen dan AHY sebanyak 2,1 persen.
Unggulnya Ganjar dalam survei yang dilakukan SMRC, terjadi karena beberapa pendukung Ganjar serta loyalin Jokowi kembali. Pengamat politik Adi Prayitno menyebutkan bahwa mereka cepat untuk melupakan dan memaafkan Ganjar.
"Pemilih kita itu cukup cepat melupakan, memang cepat marah tapi cukup cepat untuk memaafkan. Banyak kejadian baik dari elit politik dan calon yang dibenci dan dibully. Tetapi setelah itu publik lupa dan kembali dipilih," ungkap Adi dikutip dari Suara.com, Selasa (18/4/2023).
Bukan hanya memaafkan tokoh politik, momen saat Ganjar Pranowo bertemu Presiden Jokowi di Solo, menepis isu bahwa keduanya mengalami keretakan.
Kondisi itu yang akhirnya menjadi momen penting para pendukung Jokowi yang kembali melihat Ganjar sebagai sosok pemimpin mumpuni.
Di sisi lain, ketegasan Ganjar untuk menolak Israel bermain di Indonesia juga menjadi faktor penentu naiknya elektabilitas Gubernuer berambut putih itu.
Ganjar dianggap bertanggungjawab dengan pernyataannya setelah menolak Israel bermain di Indonesia. Hal itu mendapat simpati para pemilih atas ketegasan yang dilakukan Ganjar.
"Dia berani menghadapi pernyataannya yang blunder. Itu yang bisa jadi menjadi nilai positif di mana dia mau menanggapi dengan tudingan, bully serta kritikan dari publik. Jadi kalau dihadapi dengan baik, ditanggapi dengan baik secara pelan masyarakat jadi simpati," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Mantab! Beckham Putra Resmi Jadi Sarjana di Tengah Kesibukannya Sebagai Pemain Persib
-
Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati
-
Jauh dari Riau ke Copenhagen: Kisah Rully Irawan Menemukan Makna 'Rumah' Lewat Musik
-
Mobil Tua Tapi Jangan Diremehkan! Ini 4 Pilihan Terbaik untuk Pemula
-
Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia
-
5 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Flek Hitam Membandel, Bikin Wajah Cerah
-
4 Pelembab Size 100 Gram, Harga Murah Mulai Rp47 Ribu untuk Skin Barrier Kuat
-
Persebaya Dipecundangi Madura United, Bernardo Tavares Semprot Wasit dan VAR
-
IndiHome Hadirkan Ultra Mesh Wi-Fi, Solusi Internet Stabil untuk Rumah Banyak Sekat dan Lantai
-
Tren Skincare Pria: Dekonstruksi Maskulinitas dan Kesetaraan Atas Perawatan