Kebakaran hutan yang berkobar di pulau Tenerife, Spanyol secara mengejutkan berubah lebih parah yang memaksa evakuasi baru pada Sabtu.
"Kebakaran dengan skala ini tidak pernah terjadi di Pulau Canary selama kami melakukan pencatatan," kata Rosa Davila, kepala dewan Tenerife.
Sekitar empat ribu orang dipaksa meninggalkan rumah mereka pada Jumat. Namun, pada Sabtu sore, Candelaria Delgado, Dewan Pulau Tenerife untuk Kesejahteraan Sosial mengatakan kepada TV lokal RTVC bahwa 26 ribu orang telah dievakuasi dari total 950 ribu penduduk Tenerife.
"Kondisi meteorologi tadi malam sangat jelas parah...angin, suhu tinggi, dan keadaan lebih buruk dari yang diramalkan, menyebabkan api meluas ke utara," kata Presiden Pulau Canary Fernando Clavijo kepada wartawan.
Kebakaran telah menghanguskan lima ribu hektar daratan sejak terjadi pada Selasa, termasuk lingkungan taman alam terbesar Pulau Canary.
Sementara itu, kepala badan lingkungan Tenerife memperingatkan bahwa suhu diperkirakan akan terus meningkat sepanjang Sabtu dan Minggu sementara kelembaban menurun, yang berarti situasi sulit diabaikan.
Kebakaran juga menyebabkan kerusakan signifikan terhadap kanal yang membawa air menuju kota di utara pulau, membuat situasi bertambah rumit.
Karena kerusakan yang sejauh ini belum dapat diperbaiki atas "infrastruktur penting", ribuan warga mengalami ketiadaan air sementara, sambil otoritas meminta "penggunaan bijak" air untuk memastikan mencukupi bagi warga dan pemadam kebakaran.
Pedro Martinez, Direktur Layanan Hutan, mengatakan kebakaran saat ini "melampaui kapasitas pemadaman" namun pemadam kebakaran melakukan segala upaya untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
Baca Juga: Kalah dari Malaysia, Timnas Indonesia Justru yang Berpeluang Besar ke Babak Semifinal Piala AFF U-23
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial