Universitas Diponegoro Semarang melarang penggunaan nama institusi perguruan tinggi tersebut dalam upaya pemberian dukungan kepada calon presiden atau partai politik manapun.
"Kami menyatakan bahwa Universitas Diponegoro (Undip) adalah lembaga pendidikan yang bersifat netral yang tidak mendukung salah satu calon tertentu," kata Rektor Undip Yos Johan Utama, dalam pernyataannya di Semarang, Jumat.
Hal tersebut disampaikannya menanggapi adanya pemberitaan mengenai alumni Undip yang mendukung salah satu capres menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Sebagai perguruan tinggi, kata dia, Undip fokus pada tri dharma perguruan tinggi yang bersih dari pengaruh partai atau politik praktis lainnya.
"Untuk pilihan calon presiden adalah pilihan individu yang bersifat rahasia sehingga pilihan adalah pilihan pribadi atau individu, bukan atas nama lembaga atau institusi," katanya.
Karena sejatinya, kata dia, Undip adalah kampus yang menjunjung tinggi nilai Pancasila yang mengutamakan netralitas, serta sebagai kampus yang bersih dari pengaruh politik praktis.
"Undip melarang pihak manapun menggunakan nama institusi Universitas Diponegoro dalam upaya memberikan dukungan kepada calon presiden dan atau partai politik manapun," demikian Yos.
Sebelumnya, Repro Mandiri 08 wilayah Jawa Tengah, relawan Prabowo Subianto yang mendukung mantan Danjen Kopassus itu untuk maju pada kontestasi Pilpres 2024 dideklarasikan di Semarang, Rabu (23/8) lalu.
Ketua Umum Repro Mandiri 08 Rahman Fajriyansah, di Semarang, Rabu, menyampaikan bahwa Gibran menjadi pilihan terbaik untuk mendampingi Prabowo yang maju sebagai calon presiden pada Pilpres mendatang.
Repro Mandiri 08, disebutnya, diinisiasi oleh alumni Universitas Diponegoro Semarang yang berlatar belakang kalangan profesional yang bertujuan memenangkan Prabowo sebagai presiden.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
HP Tahan Banting Merek Apa? Ini 6 HP dengan Material Solid untuk Jangka Panjang
-
6 Fakta Insiden Penganiayaan di Jalan Godean Sleman yang Viral di Media Sosial
-
150 Personel Dikerahkan! Ini Lokasi 10 Titik Rawan Gangguan Selama Ramadhan di Jakarta Selatan
-
Detail Fakta PSSI Kena Sanksi AFC Jelang FIFA Series 2026
-
Solusi Polemik Lapangan Padel di Jakarta: Relokasi ke Mal dan Kawasan Perkantoran
-
Wamensos Minta Gugus Tugas Mitigasi Transisi Sekolah Rakyat Permanen
-
Zainal Arifin Mochtar Ingin Belajar HAM, Natalius Pigai Siap "Ajari" Secara Live di TV
-
Pelarian Berakhir! Bandar Sabu Penyuplai Eks Kapolres Bima Diringkus Saat Hendak Kabur ke Malaysia
-
Bek Jangkung Keturunan Sunda 195 Cm Kasih Puja Puji ke Timnas Indonesia, OTW Naturalisasi?
-
Mahasiswa UI Bakal Demo Mabes Polri, Tuntut Bripda Mesias Dihukum Berat hingga Copot Kapolri