Suara.com - Bakal capres Anies Baswedan dsebut telah masuk dalam perangkap Partai Ummat yang mengusung politik identitas. Hal ini membuat Anies resmi mendapat gelar Bapak Politik Identitas.
Seperti diketahui, Partai Ummat telah mendeklarasikan diri sebagai partai yang akan mengusung politik identitas dalam konstelasi politik.
Politisi PSI, Guntur Romli menilai kedatangan Anies di acara Rakernas Partai Ummat hingga dideklarasikan menjadi capres dari partai Amien Rais itu memperjelas status Anies. Ia menyepakati adanya politik identitas.
"Sudah resmi Anies itu sebagai 'Bapak Politik Identitas', sudah tidak terbantahkan lagi," kata Guntur.
Upaya Anies cuci tangan dan gembar-gembor menyebut diri sebagai tokoh pluralis dan pro Bhineka Tunggal Ika sia-sia belaka.
Kedatangannya di Rakernas Partai Ummat beberapa waktu lalu membuat citra Anies semakin tak dapat dilepaskan dari tokoh politik identitas.
Berbagai perjuangan elite NasDem Effendi Choiri membela Anies bukan tokoh politik identitas juga menjadi sia-sia.
"Jadi yang mengusung Anies itu bukan Koalisi Perubahan lagi, tapi Koalisi Politik Identitas. Cara-cara Pilkada DKI tahun 2016-2017 yang memainkan ayat dan mayat dengan Anies dan pendukungnya kelompok-kelompok radikal itu sudah pasti akan diulangi lagi di Pilpres 2024," ungkap Guntur.
Guntur menegaskan ada perbedaan arti antara politik identitas dan identitas politik. Keduanya memiliki makna yang bertentangan.
Baca Juga: Waduh! Anies Baswedan Terancam Sulit Menang di Pilpres 2024, Ini Alasannya
Ia mengambil contoh kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pilkada DKI Jakarta lalu. Ia dinilai sebagai orang kafir karena beragama Kristen sehingga tidak layak menjadi gubernur maka inilah yang dinamakan politik identitas.
"Ada kerancuan istilahnya itu, mereka tidak bisa membedakan politik identitas dengan identitas politik. Ketika isu-isu terkait identitas isu SARA dipakai untuk membeda-bedakan, mendiskriminasi bahkan untuk menghegemoni seperti kasus Ahok," paparnya.
Sementara, identitas politik tidak terlepas dari identitas yang sudah melekan sejak lahir, seperti suku dan agama.
"Itu kan identitas yang memang melekat ya ini hal yang lumrah dalam kajian-kajian sosial, tapi tidak lantas mempolitisasi," terangnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Zulhas Tegaskan PAN Bukan Partai Politik Identitas, Sindir Partai Ummat?
-
PKS Bantah Cuma Basa-basi Dukung Anies: Kami Sehati Sejak Lama
-
NasDem Tegaskan Anies Tak Akan Jegal Proyek IKN Warisan Jokowi: Jika Tidak Dilanjutkan Bisa Dipermasalahkan
-
Waduh! Anies Baswedan Terancam Sulit Menang di Pilpres 2024, Ini Alasannya
-
'Kelihatan Wait and See' Demokrat dan PKS Dianggap Cuma Basa-basi Usung Anies Jadi Capres
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024