Suara.com - Sandiaga Uno mengungkap rencana untuk bergabung ke PPP usai resmi meninggalkan Partai Gerindra. Namun, Sandiaga menyebut kalau dirinya enggan tergesa-gesa dan penuh kehati-hatian.
"Saya melakukan ini tidak tergesa-gesa tapi dengan penuh kehati-hatian, untuk mendapatkan segala bentuk masukan demi kemajuan bangsa," ungkap Sandiaga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/5/2023).
Sandiaga menerangkan bahwa ia tengah menjalani sejumlah tahapan sampai akhirnya bisa bergabung ke dalam sebuah partai politik. Ia mengaku menghormati proses tersebut karena akan ada penjajakan, pendekatan dan komunikasi yang terus berjalan.
"Akan ada penjajakan, akan ada pendekatan dan saya terus berhubungan dengan para pimpinan, dengar juga masukan dari para kiai, para ulama, karena tentunya harapannya ke depan itu ada kesatuan pemikiran untuk melangkah ke depan," terangnya.
Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono sempat membocorkan bahwa akan ada tokoh besar yang bergabung ke partainya. Saat ditanya soal itu, Sandiaga hanya membalasnya dengan senyuman.
Ia meminta kepada seluruh pihak untuk bersabar.
"Kita tunggu dengan sabar, karena yang harus kita lakukan adalah perjuangan untuk memajukan Indonesia, mempersatukan dan mempercepat pembangunan."
Berita Terkait
-
Senyum Sandiaga Uno Soal Isu Tokoh Besar Gabung ke PPP: Kita Tunggu dengan Sabar
-
Jokowi Undang Ketum Parpol Silaturahmi di Istana Merdeka Malam Ini, PPP: Ada 1 Parpol yang Tak Diundang
-
Jawab Isu Masuk PPP, Sandiaga Uno Tak Ingin Tergesa-gesa
-
Skema Gaet Dukungan untuk Pilpres 2024, Ganjar Pranowo Berharap PAN Tiru Sikap PPP
-
JW Club jadi Amunisi Baru buat Gerilya Pemilu 2024, PPP Bina Serius 100 Kader Gerbong Wiranto
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024