Suara.com - Menko Polhukam yang juga cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, mengkritik habis KPU RI soal adanya kasus tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan bisa menconblos lebih awal. Ini setelah mereka mendapatkan surat suara untuk Pemilu 2024 lebih cepat dari jadwal.
Mahfud menilai KPU sangat ceroboh dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Ia menyinggung juga soal pelaksanaan debat Pilpres 2024.
"Begini ya, saya harus kritik KPU ini ceroboh, udah berkali-kali ceroboh dan tidak pernah memperbaiki, kaya pelaksanaan debat yang orang tidak ikut aturan gitu dibiarin, macem macem gitu. Ada kritik ini dibiarin," kata Mahfud, Kamis (28/12/2023).
Menurutnya, kasus tersebut tak ketahuan bisa bahaya lantaran bisa terjadi potensi kecurangan di tempat lain. Ia pun mempertanyakan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) yang bertugas.
"Kalau ketahuan baru menyalahkan, kan seharusnya sejak awal namanya PPLN loh panitia pemilihan luar negeri mestinya itu orang sudah sangat profesional karena di pilih, dan di Taiwan itu pemilihnya banyak berarti orang ini juga harus bener-bener di situ yang menangani," tuturnya.
Ia menilai KPU layak diktirik lantaran dianggap telah lambat dalam melakukan antisipasi terjadinya potensi kecurangan.
"Masak surat suara sudah dicoblos sekarang? kan nanti kan masih ada waktunya untuk luar negeri itu. Jadi itu kritik kepada KPU selalu terlambat mengantisipasi," ujar mantan Ketua MK itu.
Sebelumnya, viral di media sosial tentang seorang TKI di Taiwan telah mendapatkan surat suara untuk pemilihan presiden pada Pemilu 2024 mendatang. TKI tersebut mendapatkan surat suara lebih awal dari jadwal pemilihan.
Dalam surat suara tersebut, nampak, ada ketiga pasangan calon yang terdiri Anies-Muhaimin, Prabowo-Gibran, dan Ganjar-Mahfud.
“TAIWAN, kita duluan nyoblos ya bestie, kalian udah ada yang dapat juga belum nih?” tulis keterangan dalam video tersebut.
Diketahui berdasarkan pengakuan dari pembuat video, surat suara tersebut dikirimkan langsung melalui pos ke alamat Pemilih.
Pemilih yang ada di Taiwan atau luar negeri, bisa memberikan hak suaranya dengan tiga cara yaitu datang langsung ke tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN) di kantor-kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, kedua metode kotak suara keliling (KSK), dan ketiga metode surat suara via pos.
Berita Terkait
-
Usai Diperiksa Sebagai Saksi, Wahyu Setiawan: KPK Bisa Tangkap Saya, Kenapa Harun Masiku Tidak?
-
Mahfud MD Ungkap Kunci Sukses Kehidupan: Jujur dan Jangan Korupsi
-
Pindahkan Pengungsi Rohingya yang Terusir, Mahfud MD Ungkit Bantuan Tsunami Aceh: Masak Sekarang Gak Mau Nolong?
-
KPU Jelaskan Alasan Menyatakan Surat Suara di Taipei Rusak
-
Eks Penyidik KPK Yakin Harun Masiku Bakal Segera Tertangkap
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL