Suara.com - Kota merupakan pusat kehidupan dari waktu ke waktu. Sejak berabad-abad kota diposisikan sebagai pusat peradaban di mana kreativitas, ilmu pengetahuan, dan inovasi berkembang.
Hal penting lainnya, kota menjadi tempat bagi warganya melangsungkan kehidupan sehari-hari dan menopang kehidupan negara di berbagai aspek.
Sebagai pusat perkembangan, kota tidak akan lepas dari urbanisasi yang diperkirakan tren ini akan terus meningkat. Merujuk pada perkiraan Bank Dunia, proporsi penduduk perkotaan di Indonesia diperkirakan akan mencapai 73% pada tahun 2045 mendatang.
Selain itu, kota juga memiliki tugas untuk mengakomodir konsekuensi urbanisasi ini, khususnya terkait kebutuhan dasar warga sebagai manusia. Lantas apa saja kebutuhan dasar itu, berikut ulasannya.
Kebutuhan Dasar yang Menjadi Tugas Kota
Kebebasan bergerak merupakan syarat mutlak bagi kebebasan berkembanganya seseorang. Setiap orang yang secara sah berada dalam wilayah suatu negara, dalam wilayah tersebut, mempunyai hak untuk bergerak bebas dan memilih tempat tinggalnya.
Selain itu, ada beberapa aspek juga yang harus menjadi perhatian. Berikut penjelasannya.
1. Hunian Layak dan Terjangkau
Ketersediaan hunian layak dan terjangkau menjadi indikator pembangunan sosial-ekonomi-sipil yang perlu diperhatikan karena dapat memberikan multiplier effect, tak terkecuali pada kemiskinan struktural.
Baca Juga: Bazar Sembako Berubah Crowded, Kaesang Panik Cari Orang PSI: Itu Kaderku Bukan?
Hunian layak dan terjangkau membutuhkan solusi yang tidak terbatas pada penyediaan karena permasalahannya adalah tidak adanya kontrol terhadap permintaan.
2. Transportasi Publik
Ketersediaan transportasi yang aksesibel dan terjangkau setidaknya memuat dua pemahaman, diantaranya adalah sebagai noda transportasi massal (infrastruktur) dan pergerakan (mobilitas).
Transportasi publik sebagai infrastruktur kota merupakan solusi dari krisis kualitas udara dan menjadi alat demi tercapainya hak warga kota atas udara bersih.
3. Inklusivitas Sebagai Ruh Pembangunan Kota
Kecepatan pembangunan kota untuk menanggulangi tantangan perkotaan tak sedikit meminggirkan aspek inklusivitas sehingga manfaat pembangunan hanya dapat dirasakan oleh segelintir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024