Suara.com - Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto beberapa kali menerima ucapan selamat dari sejumlah kepala negara. Kendati menang Pilpres 2024 masih berdasarkan hitung cepat atau quick count, ucapan selamat dari kepala negara itu dinilai bukan suatu masalah.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko menganggap ucapan selamat dari sejumlah kepala negara kepada Prabowo merupakan hak pribadi masing-masing. Menurutnya para kepala negara tentu memiliki kalkulasi sendiri sebelum akhirnya menyampaikam selamat.
"Ya kalau disampaikan oleh kepala negara dari luar, beliau-beliau sudah mengkalkulasi dan punya pandangan sendiri, kita tak bisa mengomentari itu. Hak sepenuhnya ada di kepala negara itu," kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (14/4/2024).
Bahkan, Moeldoko sendiri mengakui dirinya juga sudah menyampaikan selamat kepada Prabowo atas keunggulan suara yang kini masih berdasarkan hitung cepat. Hal ini ia sampaikan menanggapi KawalPemilu yang sudah ucapkan selamat kepada pasangan Prabowo-Gibran.
"Saya pun mengucapkan selamat kan nggak ada masalah," kata Moeldoko.
Menurutnya meski belum ada penetapan resmi dari KPU dan masih berdasarkan hasil hitung cepat, ucapan selamat itu disampaikam atas dasar keyakinan masing-masing. Ia menegaskan sikap tersebut juga merupakan hak prerogatif perorangan.
"Saya kira itu hak prerogatif perorangan yang tak bisa dicampuri orang lain. Siapapun menyampaikan sesuatu sudah sesuai keyakinannya, kan boleh," kata Moeldoko.
Berita Terkait
-
Megawati: Kalau Saya Tak Bawa Pulang Prabowo, Beliau Keleleran!
-
Prabowo-Gibran Unggul Di 21 Provinsi, Satu Syarat Menang Pilpres Sekali Putaran Terpenuhi!
-
Rencana Prabowo-Gibran Bangun 3 Juta Rumah, Begini Kata Menteri PUPR
-
Hendri Satrio: Bila Tokoh Pilpres Memble Ya Bakal Anyep Ini Hak Angket
-
Prabowo-Gibran Ingin Bangun 3 Juta Rumah, Basuki: Program Bagus, Tapi...
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024