Pengamat Politik, Jhon Sitorus buka suara terkait dengan kontroversi niat cawe-cawe yang akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2024.
Dirinya mengatakan hal tersebut sah dan boleh dilakukan oleh orang nomor satu dalam pemerintahan tersebut. Menurutnya tak ada aturan yang dilanggar oleh Jokowi.
Jhon mengungkit hal ini lumrah dilakukan oleh seorang kepala negara, dirinya mengatakan hal tersebut bahkan dilakukan oleh Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono di Pilpres 2024.
"Dulu SBY juga cawe-cawe dengan Prabowo Hatta saat Pilpres 2014," cuit penggiat media sosial ini dalam Twitter @Miduk17, Rabu (31/05/2023).
Jhon mengatakan bahwa tak ada satu pun elite pemerintahan yang melayangkan protes atas hal tersebut. Berbeda dengan ketika manuver cawe-cawe ini dilakukan oleh Presiden Jokowi.
"Tidak ada yang protes bahwa Presiden itu harus NETRAL, tidak ada yang MARAH lalu teriak-teriak ingin MENJEGAL Jokowi," lanjutnya.
Menurutnya, kepala negara lahir dari dinamika politik dan hal tersebut membuat mereka juga memiliki hak untuk berpolitik termasuk menentukan sikap dalam menghadapi pesta demokrasi.
"SBY dan Jokowi sama-sama produk politik, presiden SAH untuk berpolitik apalagi dalam kontestasi politik," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman memberikan kritikan pedas untuk Presiden Jokowi. Hal itu menyusul kabar kepala negara tersebut yang akan cawe-cawe dalam Pemilu 2024.
Baca Juga: 4 Partai Politik Dukung Jokowi Cawe-cawe Urusan Pilpres, PPP: Bukan yang Harus Dilarang
"Loh presiden itu kan kepala negara, bukan ketua umum partai juga. Kepala negara menurut kami sih harus netral yah, tidak boleh cawe-cawe," kata Benny di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/5/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Markas Pig Butchering Sukoharjo Digulung: 11 WNA Jadi Tersangka, Kuras Rp41,1 Miliar Milik Warga US
-
iPhone 18 Pro Dikabarkan Punya Dua Kapasitas Baterai Berbeda, Ini Detailnya
-
Alasan Keamanan, Dua Laga Timnas Indonesia Putri Dipastikan Tanpa Penonton
-
Mantan Artis F Jalankan Sindikat Love Scammer Internasional di Solo, Tipu Rp 41 Miliar
-
Saat Semua Orang Ingin Didengar, Pancasila Mengajarkan Kita untuk Mendengar
-
Cara Membedakan Sepatu Melissa Ori dan KW, Awas Tertipu Barang Palsu
-
Nova Arianto Waspadai Kebangkitan Timor Leste
-
Jangan ke Arab Dulu! Asosiasi: Ribuan Dapur MBG Lokal Disuspensi, Daerah 3T Belum Terurus
-
Menang 3-0 atas Myanmar, Nova Arianto Tetap Evaluasi Timnas Indonesia U-19
-
Menilik Esensi Less Waste di Era Digital, Perlu Kritis Sebelum Checkout?