Titi Anggraini, anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) melontarkan kritik kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait kebijakan afirmasi untuk pemilihan umum (pemilu) 2024. Ia menilai, hal inilah yang menjegal para perempuan terlibat dalam politik.
Peraturan KPU (PKPU) Nomor 10 Tahun 2023, menurut Titi, berpotensi menjadi ancaman terhadap keterwakilan perempuan dalam politik di ranah legislatif. Padahal, kata dia, perempuan sudah memiliki hambatan politik yang banyak.
"Di tahap pencalonan, baru masuk 'gelanggangnya', hambatan politiknya seperti modal terbatas, masuk panggung politik terlambat dibandingkan laki-laki sehingga perlu akselerasi yang banyak," terangnya, seperti dikutip dari kanal YouTube CNN Indonesia, Jumat (9/6/2023).
Kemunduran kebijakan afirmasi dalam PKPU itu dapat menghapus syarat keterwakilan perempuan minimal 30% dalam kepengurusan parpol di tingkat provinsi, kabupaten dan kota, lewat PKPU Nomor 4 Tahun 2023.
Kedua, kata Titi, adalah dihapuskannya kebijakan afirmasi dalam tahapan tertulis dan psikotes di tingkat provinsi, kabupaten dan kota serta hanya mengakomodir dua ketentuan afirmasi.
Dewan pembina Perludem ini pun menyimpulkan adanya pembulatan angka yang berpotensi mengurangi kuota pencalonan perempuan paling sedikit 30%.
Meski demikian, pengajar kepemiluan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini, memberikan harapan kepada para perempuan yang ingin terjun ke politik. Namun ini juga melibatkan penyelenggaran pemilu dan parpol.
"Selain kebijakan afirmasi yang tepat, perempuan juga membutuhkan komitmen nilai dalam parpol, koheren dengan kaderisasi, pendidikan politik, rekrutmen politik yang demokratis sehingga dapat terciptanya ekosistem pemilu yang betul-betul jujur dan adil," jelasnya, menambahkan.
Baca Juga: Hasil Akhir ASEAN Para Games 2023: Indonesia Juara Umum dengan 159 Medali Emas
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Sabtu 28 Februari 2026
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Derby Pemain Keturunan Indonesia di 16 Besar Europa League, Calvin Verdonk On Fire
-
Sudah Kehilangan Anak, Ibu Kandung di Sukabumi Kini Diteror dan Diancam Diam
-
Daftar Lengkap Progres Lahan Koperasi Merah Putih se-Banten: Kabupaten Serang Terbanyak
-
Marah! Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Usir Pengembang saat Rapat Penolakan Musala di Bekasi