Adapun hal tersebut juga merespons terkait adanya wacana pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Putri dari Megawati Soekarnoputri tersebut.
"Saya kira memang belum (terjadwal) ya. Tetapi bahwa ke arah sana sinyalnya sudah ada," kata Sugeng seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Ia memastikan kalau wacana Surya Paloh untuk bertemu dengan Puan Maharani itu ada, dan sebagai kader, dirinya bersama anggota Partai NasDem mendorong wacana itu.
"Ada, ada, ada, dan itu harus kita dorong ke sana. Gak perlu di antara kita ini namanya politik zero same game. Di dalam point konteks politik yang ini," ujarnya.
Menurut dia, rencana pertemuan antara AHY dengan Puan tak ada yang perlu dipermasalahkan. Sebab, di dalam dinamika politik, kondisi elite partai saling mengunjungi adalah hal yang wajar.
Terlebih, untuk membuat adem kondisi perpolitikan saat ini, terlebih menjelang Pemilu 2024.
"Justru dengan begini, begini maka terhindar dengan apa yang disebut social unrest (kekacauan sipil), ketegangan-ketegangan yang tidak perlu," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Ditengah Kelangkaan, Harga Pertalite dan Biosolar Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026
-
TPPO Kerap Berawal dari Penempatan Pekerja Migran Ilegal
-
Krisis Identitas Gen Z: Saat Algoritma dan Media Sosial Membentuk Jati Diri
-
The Killing Vote: Potret Kegagalan Hukum yang Melahirkan Vigilantisme
-
BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK
-
Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Rp17.919
-
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka, Bersamaan dengan Pelimpahan Barang Bukti
-
Genggaman yang Terlepas di Pulau Rimau: Detik-Detik Tragis Penombak Ikan Ditelan Ombak
-
Bhayangkara FC Lepas 12 Pemain, Termasuk Bintang Berlabel Timnas Indonesia
-
Liga Aspal Ramai di Jakarta, Pramono Janji Bangunkan Sarana Olahraga