Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengomentari klarifikasi KPK soal polemik transaksi mencurigakan mantan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penyidik Tri Suhartanto yang mencapai Rp300 miliar.
Hal tersebut sebelumnya disinggung oleh dirinya dalam siniar YouTube berjudul "Deretan Kasus Menjerat Pimpinan KPK" yang tayang pada Minggu (2/7/2023).
"Laporan PPATK itu terhadap seorang pegawai KPK di penindakan dan itu nilai transaksinya Rp300 miliar, dan saya duga lebih, ada yang katakan hampir Rp1 triliun bahkan," ujar Novel.
Namun, Novel menyayangkan tidak adanya pemeriksaan lanjutan terhadap laporan PPATK tersebut dan terkesan dibiarkan hingga Tri Suhartanto mengundurkan diri.
Menurutnya, pimpinan dan dewan pengawas KPK memeriksa kebenarannya dan menelisik kemungkinan internal KPK terlibat.
Terkait hal itu, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengaku telah melakukan klarifikasi terhadap Tri dan transaksi yang dimaksud terkait dengan bisnis pribadi sejak tahun 2004 dan tidak berhubungan dengan kerja-kerja di KPK.
"Terkait isu tersebut kami sudah konfirmasi ke yang bersangkutan dan disampaikan bahwa itu tidak benar bila ada kaitan selama bertugas di KPK," ujar Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin (3/7).
Bahkan, sejak tahun 2018 rekening yang dimaksud telah ditutup. Selain itu, Ali Fikri juga mengatakan alasan Tri kembali ke institusi Polri karena masa penugasannya telah berakhir, bukan karena ada masalah di KPK.
Dia menyampaikan Tri kembali ke institusi Polri karena masa penugasannya telah berakhir, bukan karena ada masalah di KPK. Tri berdinas di KPK selama empat tahun dan empat bulan.
Menanggapi hal tersebut, Novel meminta KPK untuk belajar berkata jujur karena berbohong hanya akan membentuk kebiasaan buruk yang merusak kepercayaan publik terhadap KPK.
“KPK sekarang harus belajar berkata Jujur,” ujar Novel, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @nazaqistsha pada Selasa (4/7/2023).
“Bila terus membiasakan diri berbohong akan membentuk kebiasaan buruk yang merusak kepercayaan publik terhadap KPK,” sambungnya.
Pasalnya, Novel menilai kejujuran adalah modal penting untuk memberantas korupsi. “Kejujuran adalah modal penting untuk memberantas korupsi,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
-
Bukan Pengikutmu yang Sempurna: Saat Iman Menabrak Tembok Logika
-
5 Sepatu Lari dengan Busa Responsif yang Bikin Langkah Lebih Ringan dan Hemat Tenaga
-
DPR Apresiasi Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM, Dasco: Masyarakat Jangan Panik dan Menimbun
-
9 Fakta Mengerikan Warga Palembang Jadi Operator Penipuan di Kamboja, Polisi Bongkar Dugaan TPPO
-
Polisi Ungkap Motif di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Karyawan Ayam Goreng di Bekasi
-
7 Penyebab Motor Matic Boros BBM dan Cara Mengatasinya, Cek Sekarang
-
Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran
-
Gaji Rp3,5 Juta Jadi Umpan: Perempuan Dijebak Sindikat Prostitusi Online di Cilegon
-
Isu Harga BBM Tembus Rp17 Ribu, Pengendara: Mending Full Tank Sekarang!