Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sigit Widodo turun menjawab keraguan masyarakat akan soal rekrutmen yang coba dilakukan pihaknya terhadap Kaesang Pangarep.
Rupanya ada anggapan bahwa sosok pengusaha muda tersebut coba digandeng partainya karena merupakan anak dari orang nomor satu dalam pemerintahan saat ini, yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sigit dengan tegas membantah hal tersebut, menurutnya siapa pun bisa menjadi kader dari PSI. Syaratnya adalah mereka memiliki sifat-sifat yang memang harus dimiliki oleh kader partai anak muda ini.
"PSI terbuka untuk anak siapapun, tentunya yang memiliki DNA PSI," ungkapnya dalam akun twitter @sigitwid, dikutip Jumat (07/07/2023).
Sifat-sifat tersebut diantaranya seperti tangguh dalam melawan korupsi hingga siap memberikan jiwa dan tenaganya untuk bekerja demi kemajuan bangsa dan negara dari Indonesia.
"(Sifatnya) antikorupsi dan antiintoleransi, tidak pernah melakukan kekerasan seksual, dan selalu siap hadir dan kerja untuk rakyat," tegasnya.
PSI rupanya juga telah membuktikan bahwa mereka ini tak pandang bulu dalam merekrut orang-orang yang menurut mereka cocok untuk menjadi wakil rakyat, hal ini tercermin dari kisah Erwin Siahaan dan Ferdiansyah.
Erwin adalah seorang driver ojek online alias ojol yang kini adalah seorang anggota dari DPRD Medan. Sementara Ferdiansyah adalah seorang yang telah merasakan hidup sebagai tukang parkir hingga pedagang kaki lima sebelum bisa menjadi anggota dari DPRD Tangsel. Keduanya adalah politikus dari PSI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Polisi Respons Dugaan Temuan Whip Pink di Rumah Reza Arap
-
Generasi Muda Terperangkap Utang Paylater dan Pinjol: Kurangnya Literasi Keuangan Jadi Pemicu?
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah